//
you're reading...
Ilmu Shorof & Nahwu

belajar bahasa arab yukk:(edisi revisi)

Isim Ditinjau dari Jenisnya

Mudzakar dan Muanats
Isim adalah kata (kalimah) yang menunjukan arti benda atau

apapun yang menurut tata bahasa arab dikategorikan Isim.

Ditinjau dari jenisnya isim terbagi 2 :
1. Isim mudzakar (
المذكّر ), Yaitu Isim yang menunjukan arti laki2 atau yang dianggap laki-laki.
2. Isim Muanats (
المؤنّث), yaitu isim yang menunjukan arti perempuan atau yang dianggap perempuan.

contoh :

============================================================================
اسم مؤنّث اِسم مذكّر
============================================================================
Muslim (lk)
الْمُسْلِمُ Muslim (Pr) الْمُسْلِمَةُ
Pencuri (lk) سَارِقٌ Pencuri (Pr)سَارِقَةٌ
Pedagang (lk) تَاجِرٌ pedagang (pr) تَاجِرَةٌ
Dokter (lk) طَبِيْبٌ Dokter (Pr) طَبِيْبَةٌ
Bapak اَبٌ
Ibu أُمٌ
Papan Tulis سَبُوْرَةٌ

==============================================================================
Ciri2 utama isim:
1. Didahului oleh Alif-lam
(ال) seperti : اَلْكِتَابُ
2. Diakhiri Tanwin, seperti كِتَابٌ

secara sederhana isim muanats dibentuk dengan menambahkan ta marbutah (ة) dari bentuk mudzakarnya, contoh : صَالِحٌ menjadi صَالِحَةٌ

Tugas : Carilah Isim mudzakar dan Muanats dalam Alquran sebanyak2nya.

ISIM DITINJAU DARI BILANGANNYA

(Mufrad/Mutsana/Jama’)
Setelah kita memahami isim berdasarkan Jenisnya (Mudzakar/Muanats), kemudian masing2 isim tersebut dapat terbagi lagi berdasarkan bilangannya. Perhatikan contoh berikut :

Berdasarkan bilangannya isim terbagi menjadi :
- Isim Mufrad, Yaitu isim yang menunjukan arti tunggal (satu)
- Isim Mutsana, Yaitu isim yang menyatakan arti ganda (dua)
- Isim Jama’, Yaitu ismi yang menyatakan arti banyak (3 keatas)

(lihat contoh)
isim mutsana dibentuk dengan menambahkan alif dan nun atau (ya dan nun, dibahas selanjutnya)
isim jama’ mudzakar salim dibentuk dengan menambahkan wau dan nun atau (ya dan nun, dibahas selanjutnya)
isim jama’ muanats salim dibentuk dengan mengganti ta marbutah dari mufradnya dengan ta  dan menambahkan alif.
Isim Jamak Taksir tidak memiliki aturan yang baku. (untuk mengetahui perubahan ke jama’ Taksir hanya bisa mengikuti kebiasaan orang Arab atau melihat kamus)

nah setelah anda memahami, sekarang kembangkan contoh2 isim berikut ini, berdasarkan jenis dan  jumlahnya.

a. كَافِرٌ , kafir
b.
بَا بٌ ,pintu
c.
القَلَمُ ,pensil
d.
مِصْبَا حٌ ,lampu
e.
بَيْتٌ , rumah

catatan :
Tidak semua isim memiliki seluruh bentuk perubahan berdasarkan jenis dan bilangannya.

Tugas :
carilah dalam alquran, bentuk isim, mufrad, mutsana , dan jamak… lihatlah artinya dan hafalkanlah sebagai tambahan kosakata.

مَسْجِداً = isim mufrod muzdakar karena bisa menerima tanwin
b.
الْعِلْمِ = isim mufrod mudzakar karena bisa menerima al (alif + lam)
c.
كَتَبَ = fi’il madhi shohih/kata kerja bentuk lampau
d.
سَجَدَ = fi’il madhi shohih/kata kerja bentuk lampau
e.
عَلِمََ = fi’il madhi shohih/kata kerja bentuk lampau
f.
وَجْهٌ = isim mufrod muzdakar karena bisa menerima tanwin

Fiil (kata kerja), dalam bahasa arab ditinjau dari segi waktunya terbagi tiga:
- Fiil madhi, yaitu fiil yang menunjukan arti lampau
- Fiil Mudhari, yaitu fiil yang menunjukan arti sedang dan yang akan datang
- Fiil Amr, yaitu fiil yang menunjukan kata perintah.

Kemudian berdasarkan subjeknya (fail), fiil mengalami perubahan bentuk (tashrif) menjadi 14 bentuk, yang biasa disebut tashrif lughawi. Jadi pada dasarnya setiap fiil sudah mengandung fail (subyek).

Setiap kata dalam bahasa arab yang tidak masuk dalam kategori isim maupun fiil disebut huruf.

Huruf yang selalu menggandeng Isim
– Huruful Jarr ,
عَنْ /مِنْ : dari, اِلَى : ke, عَلَى : diatas, فِى : Di dalam, بِـ : dengan, كَـ : seperti, و,ت, ب, القسم (وَ, تَ, بِ : demi, حَتَّى : sampai, رُبَ : terkadang, مُذْ / مُنْذُ : sejak,

- Inna dan Saudara2nya , اِنَّ / اَنَّ : sesungguhnya, لَكِنَّ : tetapi, كَاَنَّ : seakan-akan, لَعَلَ / لَيْتَ : mudah2an.

- Hurufun Nida , يَا , أَيَا , هَيَّا , اَىُ : wahai
- Huruf Istitsna ,
اِلاَّ , غَيْرُ , سِوَى , عَدَا , حَشَا , خَلَا : kecuali
- wau Maiyah ,
وَ : bersamaan dengan
- lam Ibtida’ ,
لَـ : sungguh

Hurf yang selalu menggandeng fi’il
– Huruf Nashob ,
اَنْ : bahwasanya, لَنْ : tidak akan, اِذَا , اِذَنْ : jika , كَىْ : supaya, حَتَّى : hingga, lam juhud لِ : ingkar, Lam ta’lil لِ : untuk

- Huruf Jazm , لَمْ : tidak, لَمَّا : belum, lam amr لِ: hendaklah,
- lam nahiyah
لاَ: jangan, مَا , لاَ : tidak, قَدْ sungguh/terkadang, سَوْفَ , سَ : segera

Huruf yang bisa menggandeng Isim dan Fiil
– Huruf Athaf ,
وَ : dan, فَ : maka, ثُمَّ : kemudian, اَوِ , اَمْ : atau, بَلْ : tetapi.
- Huruf Istifham ,
هَلْ , أَ : apakah
- wau hal,
وَ : dalam keadaan, lam qosam لَ : sungguh,
اِنْ : kalau/tidak

penjelasan singkat tentang huruf
1. Hurup Jar, yaitu huruf yang menjadikan isim setelahnya di irab majrur
2. Inna dan saudara2nya menjadikan isim setelahnya di irab manshub
3. Hurup Nida, adalah hurp yang digunakan untuk memanggil.
4. Hurp Istisna yaitu hurp yang digunakan untuk mengecualikan sesuatu
5. Hurup wau maiyah adalah hurup waw yang berarti bersamaan dengan
6. hurp Lam ibtida yaitu hurup yang berada didepan isim ayng artinya sungguh
7. Hurup Nasab adalah hurp yang menjadikan fiil mudhari setelahnya di irab manshub.
8. hurp qad, apabila berada didepan fiil madhi berarti sungguh dan apabila didepan fiil mudhari berarti kadang2.
9. hurf saufa atau sa, apabila berada didepan fiil mudhari berarti akan atau segera
10. Huruf Athaf yaitu huruf yang menghubungkan dua isim atau dua fiil.
11. Huruf Istifham yaitu hurf yang digunakan untuk bertanya.
12. Huruf wau hal, yaitu wawu yang digunakan untuk menghubungkan hal jumlah dengan shahibul hal.
13. huruf lam qosam yaitu lam yang terdapat dalam fiil jawab qasam.
14. Hurup in, apabila diiukti adat istitsna berarti tidak atau bukan.

Kata (kalimah) dalam bahasa arab, baik isim, fiil, maupun huruf, apabila tersusun dalam kalimat (jumlah), maka  masing-masing kata tersebut pasti mempunyai :
1. Status, yaitu Bani atau I’rob
2. Tanda status

Adapun pola susunan kata dalam bahasa arab banyak sekali, antara lain :
1. Fiil + Fail (marfu)
2. Fiil + Fail (marfu) + maf’ul bih (manshub)
3. Mubtada (marfu) + Khobar (marfu)
4. Inna + Isim Inna (manshub) + Khobar Inna (marfu)
5. Kana + Isim Kana (marfu) + Khobar Kana (manshub)
6. fiil + Fail (marfu) + Hal (manshub)
7. Fiil + Fail (marfu) + Tamyiz (manshub)
8. Fiil + Fail (marfu) + hurf Jar + Isim (majrur)
9. Fiil +Naibul fail (marfu)
10. Huruf Nida + Munada

dlll

STATUS KALIMAH DALAM RANGKAIAN SUSUNAN KALIMAH (BINA DAN IRAB)

KATA2 YANG MENGALAMI PERUBAHAN (I’RAB)
I. ISIM
a. Isim yang diirab Marfu (Mubtada, Khobar, Fail, Naibul Fail, Isim Kana, Khobar Inna, dan Tawabi *)
b. Isim yang diirab Manshub (Maf’ul-Maf’ul spt Maful bih, maful mutlaq, maful maah, maful liajlih, maful fiih. Khobar kana, Isim Inna, Hal, Mustatsna, Munada, Tamyiz dan tawabi *)
c. Isim yang diirab Majrur (isim yang didahului hurf jar, dan isim yang didahului idhofah, tawabi *))
d. Isim tidak ada yang diirab Majzum

II. Fiil Mudhari
a. Fiil Mudhari yang diirab Marfu (Semua fiil mudhari yang tidak didahului hurf  yang menashabkan maupun hurf yang menjazmkan, tawabi *}
b. Fiil Mudhari yang diirab manshub (Fiil mudhari yang didahului hurf nashab), tawabi *)
c. Fiil mudhari yang diirab Majzum (Fiil Mudhari yang didahului huruf Jazm), tawabi *)
d. Fiil Mudhari tidak ada yang diirab majrur.

*) yang termasuk tawabi adalah Naat, Taukid, Badal dan Athaf

KATA YANG TIDAK MENGALAMI PERUBAHAN ATAU TETAP (MABNI)
I. ISIM (Isim dhomir, Isim Isyaroh, Isim Maushul, Isim Istifham, Dhorof dll)
II. Fiil (Fiil Madhi, Fiil mudhari yang tersambung dengan nun niswah dan nun taukid)
III. Huruf

JUMLAH ISMIYAH
Jumlah ismiyah yaitu susunan kalimat yang mempunyai unsur pokok mubtada dan khobar (dimulai dengan isim)

Mubtada yaitu isim marfu yang berperan sebagai kalimat (lihat tanda irab bagi mubtada)

Khobar adalah isim marfu yang menjelaskan tentang  mubtada. (lihat tanda irab bagi khobar)

Rumus : Jumlah ismiyah = mubtada (marfu) + Khobar (marfu)

JUMLAH FI’LIYAH
Jumlah fi’liyah yaitu susunan kalimat yang mempunyai unsur pokok fiil + fail (dimulai dengan fiil).

Fail (isim dzohir) adalah isim marfu yang berperan sebagai pelaku (subyek) dari pekerjaan (fiil)

Rumus jumlah fi’liyah = Fiil + Fail

Khobar terkadang juga berisi jumlah/syibhul jumlah, yang menempati mahal rafa, dan menjelaskan tentang mubtada.  

Khobar jumlah mengandung dhomir yang kembali kepada mubtada.

Contoh : mubtada + khobar yang mana khobarnya adalah jumlah filiyah, ingat : bahwa pada dasarnya setiap fiil sudah mengandung fail.

Syibhul Jumlah
Syibhul jumlah = huruf jar + majrur, atau dorof + madruf

Contoh syibhul jumlah : huruf jar + majrur

فِيْ + الْبَيْتُ = فِي الْبَيْتِ
اِلَى + الْمَسْجِدُ = اِلَى الْمَسْجِدِ
عَلَى + الْمَكْتَبُ = عَلَى الْمَكْتَبِ

Contoh syibhul jumlah : dorof + madruf
اَمَامَ + الْمَدْرَسَةُ = امَامَ الْمَدْرَسَةِ
بَعْدَ + الْمَغْرِبُ = بَعْدَ الْمَغْرِبِ

Contoh : mubtada + khobar (syibhul jumlah)
التِّلْمِيْدُ اَمَامَالْفَصْلِ
الَكِتَابُ عَلَى الْمَكْتَبِ

kan bahwa maf’ul-maf’ul di irab manshub.
-   Maful bihi adalah isim manshub yang menunjukan obyek (pelengkap penderita)
-   Maf’ul mutlaq yaitu isim masdar manshub yang disebutkan setelah fi’ilnya, untuk menguatkan fiil tsb (berarti sangat), untuk menerangkan macamnya, atau jumlahnya.
-   Maf’ul li Ajlih adalah isim masdar manshub (masdar qalbi) untuk menerangkan sebabnya fiil, bisa dicari dengan pertanyaan mengapa/kenapa.
-   Maf’ul ma’ah yaitu isim manshub yang disebutkan setelah wawu ma’iyah (bersamaan dengan), yang menunjukan bahwa pekerjaan (fiil) dikerjakan bersamaan dengan maf’ul maah
-   Maf’ul fiih yaitu isim yang disebutkan untuk keterangan waktu (zhorof makan), atau tempat terjadinya pekerjaan (zhorof makan).
-   Fa’il yang berupa isim dhohir ditaruh setelah maf’ul bihi yang berupa dhomir muthasil (Kata ganti yang tersambung dengan fiil).contoh :
رَحِمَكُمُ اللهُ semoga Allah merahmati kalian.

 

contoh : Mubtada + khobar (jumlah ismiyah)

الًمَسْجِدٌ بَابُهُ وَاسِعٌ

الْمَدْرَسَةُ بَابُهَا

syadid.multiply.com/journal/item/18/belajar_bahasa_arab_yukkedisi_revisi


About these ads

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: