//
you're reading...
Renungan

Intisari kitab Ta'lim Muta'allim Thariq al-Ta'allum 6

Mulai Belajar, Ukuran dan Urutannya.

  • Mulailah dari hari rabu karena pada hari itu cahaya diciptakan.
  • Para santri seharusnya memulai belajar dengan cara menghapal kitab lalu kemudian memahaminya. Setelah paham baru menambah sedikit demi sedikit.
  • Setiap kitab atau buku sebaiknya diulang dua kali. Tapi kalau lebih tebal kalau bisa sampai sepuluh kali. Biasakanlah hal ini.
  • Mulailah juga dari buku buku yang mudah dipaham karena ia tidak membosankan dan tidak melekat.
  • Setelah menghapal dan memaham baru lakukanlah pencatatan.
  • Jangan mencatat sebelum paham karena itu membuang buang waktu.
  • Santri harus benar benar memahami apa yang dikatakan gurunya kemudian mengulang-ngulangnya hingga benar benar mengerti.
  • Jangan biasakan tidak mau memahami apa yang disampaikan oleh pengajar, karena bisa menjadi kebiasaan sehingga ia tidak dapat memahami apa apa kecuali sedikit.
  • Jangan lupa untuk berdoa ketika memahami pelajarannya.
  • Setelah benar benar paham dan tidak khawatir akan lupa baru kemudian melangkah ke pelajaran selanjutnya.
  • Cara mudah agar tidak lupa dengan pelajaran adalah dengan mengajarkannya kepada orang lain.
  • Hal yang baik bila suatu masalah atau satu pendapat didiskusikan. Karena belajar dengan diskusi itu lebih efektif daripada belajar sendiri. Sebab dalam diskusi kita dituntut untuk lebih berpikir dan lebih maksimal.
  • Jangan berdiskusi dengan orang yang buruk tabiatnya atau dengan orang yang tidak mencari kebenaran yang hanya ingin mempersulit orang.
  • Santri haruslah membiasakan berpikir keras tentang pelajaran yang sukar dipahami, karena banyak dipaham lantaran dipikirkan.
  • Jangan berbicara atau menyampaikan sesuatu sebelum berpikir agar tidak tersalah.
  • Para santri harus terus menerus belajar kapan saja dan dari mana saja menambah pengetahuannya.
  • Biasakanlah lisan dalam bertanya dan biasakanlah hati yang banyak berpikir.
  • Pertanyaan yang bagus disampaikan adalah “bagaimana pendapatmu tentang masalah ini?”
  • Sering seringlah bertukar pikiran dengan orang lain.
  • Tidak masalah bila santri bekerja. Tapi tetaplah belajar dan jangan malas-malasan.
  • Jangan ada alasan untuk tidak belajar.
  • Jangan lupa untuk bersyukur mengucap hamdalah ketika paham dengan satu masalah, semoga ditambahkan oleh Allah swt.
  • Jauhilan sifat kikir/pelit.
  • Belilah buku karena itu memudahkan dalam belajar dari orang lain.
  • Jangan rakus dengan harta orang lain.
  • Tinggalkanlah sifat tamak dengan harta orang lain dan sifat kikir dengan harta sendiri.
  • Orang orang dulu belajar bekerja baru mencari ilmu pengetahuan agar mereka tidak tamak dengan harta orang lain.
  • Berharaplah hanya kepada Allah.
  • Santri mengulang pelajaran sebaiknya konsisten. Semisal setiap harinya ia mengulang pelajaran hingga sepuluh kali. Maka lakukanlah sejumlah itu pula di hari hari berikutnya.
  • Ingat! Pelajaran tidak akan melekat bila tidak diulang-ulang.
  • Biasakanlah membaca dengan keras, tanda semangat supaya tidak bosan.
  • Santri tidak boleh berputus asa karena itu berakibat buruk.
  • Saran yang baik dalam bidang fikih adalah dengan menghapal satu kitab saja darinya dan itu akan memudahkan dalam mempelajari kitab kitab lainnya.

sumber:katamiya.multiply.com

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: