//
you're reading...
Renungan

Wahai Saudariku, Beri Kesempatan Aku untuk Menunduk

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An_Nuur: 31)

Betapa tegas dan lugas Allah memerintahkan kita wahai kaum Adam untuk membatasi apa yang sebenarnya jadi pintu pertama nafsu setan merasuki tubuh kita. Yap, pandangan! Siapa yang berani bilang kalo di masa remaja seperti kita-kita ini tak menikmati saat sedang memandang lawan jenisnya? Dan bukaknkah juga semua bentuk kemaksiatan (baca: perzinahan) adalah berawal dari mata yang tak terjaga. Maka konon ada pepatah, “love at first sight”. Itulah mengapa Islam yang suci ini sudah menanggulangi semua hal yang menjuruskan manusia kepada kehinaan.

Sebenarnya bukan cuma salah lelaki saja sih, melainkan juga pada para perempuannya yang lebih memegang kendali. Mau ghadhul bashar kaya gimana lagi, sedang obyek yang dengan mudah dijadikan sasaran mata liar tak terhitung jumlahnya? Maka dari itu saya berpesan pada saudari-saudari (bahasa gaulnya: ukhti-ukhti)ku agar saling tolong menolong dalam ketaatan. Termasuk dalam hal ini adalah berpakaian rapi menutup aurat secara sempurna. Jangan terlalu murah terhadap lelaki ajnabi (asing). Jaga izzahmu dengan busana yang kau kenakan. Dalam arti: Plis, bantu kami (kaum Adam) untuk melaksanakan perintah Allah di Surat An-Nur tadi; perintah untuk menahan pandangan liar kami.

Mari sama-sama kerjasama dalam ketaatan kepada Allah. Kalau kau taat menjalankan perintahNya dalam berpakaian, maka kami akan taat pula pada perintahNya dalam hal pandangan. Sungguh indah Islam ini jika seluruh pihak melaksanakan tuntutannya dengan penuh tanggung jawab. Jangan lupa janjiNya adalah jannah bagi lelaki dan perempuan yang saling bantu dalam ketaatan.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah: 71)

Sumbar:abudzakky.blogspot.com/2009_11_27_archive.html

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: