//
you're reading...
Akhlak & Adab, Renungan

Hiasi dirimu dengan Malu

Hiasi dirimu dengan Malu

http://www.muslimah. or.idPenulis: Ummu Salamah Farosyah

Semoga Allah Ta’ala senantiasa merahmatimu, saudariku…Malu, demikianlah nama sebuah sifat yang sangat lekat ketika kitaberbicara tentang wanita. Maka beruntunglah engkau saudariku ketikaAllah menciptakanmu dengan sifat malu yang ada pada dirimu! Karenaapa? Hal ini tidak lain karena malu adalah bagian dari iman.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pernah melewati seorang Anshar yang sedang menasehatisaudaranya karena sangat pemalu, maka Rasulullah shallallahu ’alaihiwa sallam bersabda, “Biarkan dia karena rasa malu adalah bagian dariIman.” (HR. Bukhari Muslim)

Hakikat rasa malu itu adalah sebuah akhlak yang memotivasi diri untukmeninggalkan hal-hal yang buruk dan membentengi diri dari kecerobohandalam memberikan hak kepada yang berhak menerimanya. Seorang muslimahakan menjauhkan dirinya dari larangan Allah dan selalu menaati Allahdisebabkan rasa malunya kepada Allah yang telah memberikan kebaikanpadanya yang tidak terhitung.

Perintah yang Dibawa oleh Setiap Nabi

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya diantara yang didapat manusia dari kalimat kenabian terdahulu ialah:Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.・h (HR. Bukhari)

Yang dimaksud dengan “kalimat kenabian terdahulu” ialah bahwa rasamalu merupakan akhlaq yang terpuji dan dipandang baik, selaludiperintahkan oleh setiap nabi dan tidak pernah dihapuskan darisyari’at para nabi sejak dahulu.

Dalam hadits ini disebutkan, “Jika engkau tidak malu, maka berbuatlahsesukamu.” Kalimat ini mengandung 3 pengertian, yaitu:

1. Berupa perintah: Jika perbuatan tersebut tidak mendatangkan rasamalu, maka lakukanlah. Karena perbuatan yang membuat rasa malu jikadiketahui orang lain adalah perbuatan dosa.2. Berupa ancaman dan peringatan keras: Silahkan kamu melakukan apayang kamu suka, karena azab sedang menanti orang yang tidak memilikirasa malu. Berbuat sesuka hati, tidak peduli dengan orang lain.3. Berupa berita: Lakukan saja perbuatan buruk yang kamu tidak maluuntuk melakukannya.

Malu? Siapa yang punya?

Sifat malu ada dua macam, yaitu:

1. Malu yang merupakan watak asli manusia

Sifat malu jenis ini telah menjadi fitrah dan watak asli dariseseorang. Allah menganugerahkan sifat malu seperti ini kepada siapasaja yang dikehendaki- Nya. Memiliki sifat malu seperti ini adalahnikmat yang besar, karena sifat malu tidak akan memunculkan kecualiperbuatan yang baik bagi hamba-hamba- Nya.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, dari Imran Ibn Hushainradhiyallahu・fanhu: “Rasa malu itu tidak mendatangkan kecualikebaikan.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Malu yang diupayakan (dengan mempelajari syari’at)

Al-Qurthubi berkata, “Malu yang diupayakan inilah yang oleh Allahjadikan bagian dari keimanan. Malu jenis inilah yang dituntut, bukanmalu karena watak atau tabiat. Jika seorang hamba dicabut rasamalunya, baik malu karena tabiat atau yang diupayakan, maka dia sudahtidak lagi memiliki pencegah yang dapat menyelamatkannya dariperbuatan jelek dan maksiat, sehingga jadilah dia setan yang terkutukyang berjalan di muka bumi dalam wujud manusia.”

Hati-Hati terhadap Malu yang Tercela

Saudariku, ketahuilah bahwa ada malu yang disebut malu tercela, yaitumalu yang menjadikan pelakunya mengabaikan hak-hak Allah Ta’alasehingga akhirnya dia beribadah kepada Allah dengan kebodohan. Diantara malu yang tercela adalah malu bertanya masalah agama, tidakmenunaikan hak-hak secara sempurna, tidak memenuhi hak yang menjaditanggung jawabnya, termasuk hak kaum muslimin.

Nah, saudariku, kini engkau tahu! Meskipun malu adalah tabiat dasarseorang wanita, sifat ini tidak boleh menghalangimu untuk berbuatkebaikan. Berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan sampai engkaumenjadi wanita yang paling mulia di sisi Allah! Wallahu a’lam.

Maraaji’:

* Syarah Hadits Arba’in Imam Nawawi* Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2 Imam Nawawi, Takhrij: SyaikhM. Nashiruddin Al-Albani.* Buletin Tuhfatun Nisa: Rufaidah.

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: