//
you're reading...
Akhlak & Adab, AL-QUR’AN

ADAB DAN KEUTAMAAN MEMBACA AL-QURAN

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

ADAB MEMBACA AL-QURAN:

Allah SWT,mengungkapkan dalam Al-Qur’an tentang berbagai nasehat dan perumpamaan,adab,keutamaan dan hukum serta kabar-kabar yang diputuskan oleh manusia tentang orang-orang terdahulu dan kemudian.Di samping itu ,Allah SWT,menyuruh kita memperhatikan dan menjalankan adab-adabnya,Seruhan itu dimaksudkan agar dapat memenuhi hak Al-Quran sebagai kitab suci umat islam yang harus dihormati dan di jungjung tinggi.

Sudah sepatutnya pembaca Al-Quran memelihara etika atau adab disaat membaca Al-Qur’an diantaranya sebagai berikut:

1.Membacanya penuh dengan kekhusu’an dan perenungkan bahwa orang yang membaca Al-Qur’an sedang munajat kepada tuhanya.hal itu berdasarkan firman Allah SWT:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an”.(Q.S al-Nisa’ :82)

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu(Muhammad)yang penuh berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya …. “(Q.S .Shad :29)

2.Mambacanya dalam keadaan berwudh,tempatnya bersih,dan menghadap kiblat.Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW:

‘Sebaik-baik majelis adalah yang menghadap kiblat.”

3.membersihkan mulutnya dengan mencungkil sisa-sisa makanan disela gigi-giginya lalu bersiwak dengan bagian ujungnya,dimulai dari sebelah kanan mulut dangan niat mengikuti sunnah,dan ketika bersiwak disunah kan mambaca:

Ýa Allah,berkahi aku dalam bersiwak ini,wahai yang Maha Penyayang diantara para penyayang”(al-Tibyan Fi Adab Hamalat al-quran,hal.57)

4.Mambacanya dalam keadaan rendah diri dan berperagai yang lemah-lembut.Imam al-Ghazali dalam ihya Ulumuddin,mengatakan:

“Dan sepatutnya bagi pemangku al_Qur’an bahwa dia bersikap lemah-lembut,tidak sepatutnya bersikap kasar,berdebat,teriak,menjerit,dan judes.”

5.Pembaca al-Qur’an maupun pendengarnya menyedihkan hatinya dan menangis.hal ini berdasarkan sabda Nabi Saw:

“Sesungguhnya al_quran itu diturunkan dengan kesedihan ,apabila kalian membacanya maka bersedih hatilah kalian”.

Dan sabda Nabi saw:

“Bacalah olehmu akan Al-Qur’an dan menangislah,maka jika tidak dapat menangis matamu,maka menagislah hatimu.”(H.R. Ibnu Majah).

6.Jika ingin memulai membacanya,haendaklah di awali dengan membaca isti’adzah(Ta’awud) yaitu;

ﹶﺃ ُﻮ ﹸ ﺑﹺﺎﷲ ﻣﻦ ﺍﻟﺸْﻴﻄﹶﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟْﻴﻢ

“aku berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk.”

Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Apabilah kamu ingin mambaca Al-qur’an,maka minta perlindungan kepada Allah dari setan terkutu.”(Q.S.an-Nahl : 98).

7.disunahkannya berdoa sesudah khatam Al-Qur’an berdasarkan apa yang terdapat dalam kitab musnad Imam al-Darimi melalui Humaid al-A’raj r.a., yang mengatakan:

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an kemudian berdoa,maka doanya diamini oleh empat ribu malaikat.”

Diriwayatkan oleh al-hakim Abu abdillah al-Nasaburi,bahwa Abdullah ibn Mubarak r.a.,apabila mengkhatamkan Al_Quran,maka sebagian besar oanya untuk kaum muslimin,mukminin dan mukminat.

Dan di antara yang wajib memberikan perhatian dalam penghormatan kepada Al-Qur’an dari perkara-perkara yang telah manganggap remeh oleh sebagian pembaca Al-Quran yang lalai,seprti tertawa,menghisap rokok,dan selain dari pada itu.

“Ya Allah,jadikanlah kami daripada orang yang mendengarkan perkataan yang baik,lalu kami mengiguti perkataan yang baik itu.Ya Allah,baikilah hati kami hilangkanlah kejelekan kami,bimbinglah kami dengan jalan terbaik,hiasilah kami dengan ketakwaan,kumpulkan bagi kami kebaikan akhirat dan dunia dan karuniailah kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau menghidipkan kami Semoga rahmat Allah tercurahkan atas junjungan kami nabi Muhammad,Keluarganya,dan para Sahabatnya.Segala puji bagi allah Tuhan Semesta alam.’

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QURAN:

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
۞“لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah swt dan mendirikan sembahyang dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengaan diam-diam dan terangterangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah swt menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah swt Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Fathiir 35:29-30)

“Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Riwayat Al-Bukhari)

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Sesunggunya Allah swt mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan kalam ini dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)

“Tidak bisa iri hati, kecuali kepada dua seperti orang: yaitu orang lelaki yang diberi Allah swt pengetahuan tentang Al-Qur’an dan diamalkannya sepanjang malam dan siang; dan orang lelaki yang dianugerahi Allah swt harta, kemudian dia menafkahkannya sepanjang malam dan siang.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (Riwayat At-Tirmidzi)

Rasulullah saw bersabda, Allah berfirman:
“Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebiak-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (Riwayat Tirmidzi)

“Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmidzi)

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I)

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud)

Abdul Humaidi Al-Hamani, berkata: “Aku bertanya kepada Sufyan Ath-Thauri, manakah yang lebih engkau sukai, orang yang berperang atau orang yang membaca Al-Qur’an?” Sufyan menjawab: “Membaca Al-Qur’an. Karena Nabi saw bersabda. ‘Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Imam An-Nawawi

…….

Para fuqoha telah bersepakat bahwa membaca Al Qur’an lebih utama daripada dzikir-dzikir maupun wirid-wirid lain yang dikhususkan pada suatu masa atau tempat tertentu, sebagaimana ditunjukkan oleh al qur’an maupun sunnah.

Diantaranya firman Allah swt :

إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Artinya : “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra : 9)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Artinya : “Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra : 82)

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. Al Hasyr : 21)

Adapun diantara dalil-dalil dari hadits-hadits Rasulullah saw :

Sabda Rasulullah saw,“Orang yang mahir dalam Al Qur’an bersama duta-duta mulia lagi suci. Dan siapa yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Sabda Rasulullah saw,“Orang yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan setara dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf akan tetapi alih satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Sabda Rasulullah saw,“Dikatakan kepada para pembawa al Qur’an : baca dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau telah mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad)

Namun para ulama berbeda pandapat tentang perbedaan keutamaan diantara ayat-ayat Al Qur’an :

Jumhur ulama berpendapat bahwa sebagian surat dan ayat didalam Al Qur’an lebih utama dari sebagian yang lain berdasarkan nash-nash yang ada, diantaranya sabda Rasulullah saw,”Tidakkah kamu melihat ayat-ayat yang diturunkan pada waktu malam hari dan tidak satupun seperti ayat-ayat itu? Qul A’udzu birobbil falaq dan Qul A’udzu birobbin naas.” (HR. Muslim)

Sabdanya saw, ”Sesungguhnya satu surat didalam Al Qur’an yang terdapat didalamnya 30 ayat dapat memberikan syafaat bagi sseseorang sehingga dia diampuni (dosa-dosanya), yaitu surat Tabarokalladzi biyadihil mulk’ (Al Mulk).” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Sementara Malik, Abul Hasan al Asy’ariy, Ibnu Hibban, Yahya bin Yahya dan al Qodhi Abu Bakar al Baqilani berpendapat bahwa tidak ada didalam Al Qur’an satu (ayat atau surat) yang lebih utama dari yang lainnya karena seluruhnya adalah perkataan Allah swt lalu bagaimana sebagiannya lebih utama dari sebagian yang lainnya? Bagaimana bisa sebagiannya lebih mulia dari sebagian lainnya? Dan agar tidak membuat bingung adanya yang dilebihkan berarti mengurangi kelebihan yang lainnya, untuk itu Imam Malik memakruhkan mengulang-ulang bacaan suatu surat sementara tidak pada surat yang lainnya. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 11634)

Banyak sekali kitab-kitab yang mengulas tentang keutamaan membaca Al Qur’an ini dikarenakan banyaknya dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut baik dalil-dalil yang bersumber dari Kitabullah maupun hadits-hadits Nabi saw.

Diantara keutamaan-keutamaan lainnya yang disebutkan oleh asy Syeikh al Imam Abul Fadhl Abdurrahman bin Ahmad bin al Hasan ar Roziy al Muqri’ didalam kitabnya “Fadho’ilul Qur’an” adalah :

1. Keutamaan Al Qur’an dibandingkan perkataan-perkataan lainnya :
Sabda Rasulullah saw,”Keutamaan firman Allah azza wa jalla dibandingkan seluruh perkataan bagaikan keutamaan Allah dengan selain-Nya (makhluk-Nya.” (HR. Ad Darimi)

2. Al Qur’an lebih dicintai Allah swt daripada langit dan bumi serta yang ada didalamnya.

Sabda Rasulullah saw,”Al Qur’an lebih dicintai Allah daripada langit dan bumi serta yang ada didalamnya.” (HR. Ad Darimi)

3. Al Qur’an adalah cahaya ditengah kegelapan

Sabda Rasulullah saw,”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR. Baihaqi)

4. Ahlul Qur’an adalah keluarga Allah swt

Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau saw menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

5. Mereka adalah sebaik-baik umat.

Sabda Rasulullah saw,”Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori, Abu Daud dan tirmidzi)

6. Mereka diberikan apa-apa yang diberikan kepada para nabi kecuali wahyu
“Pada hari kiamat didatangkan para pembawa Al Qur’an lalu Allah azza jalla berkata,’kalianlah wadah perkaan-Ku (Al Qur’an) maka aku berikan kepada kalian apa-apa yang Aku berikan kepada para nabi kecuali wahyu.” …… (Fadhoilul Qur’an hal 9 – 11)

Wallahu A’lam

Pentingnya Tholabul Ilmi……..!!!

Untuk melaksanakan sesuatu amal ibadat dengan baik, sempurna dan yakin benarnya, Ilmu adalah tersangat penting dan menjadi keutamaannya seperti Firman Allah Taala yang bermaksud;.

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan juga supaya orang-orang yang beroleh ilmu mengetahui bahawa ayat-ayat keterangan itu benar dari Tuhanmu, lalu mereka beriman kepadanya, sehingga tunduk taatlah hati mereka mematuhinya; dan sesungguhnya Allah sentiasa memimpin orang-orang yang beriman ke jalan yang lurus. (Al-Haj : 54)

وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, mengetahui (dengan yakin, bahawa keterangan-keterangan) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu (mengenai hari kiamat dan lain-lainnya) itulah yang benar serta yang memimpin ke jalan Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Terpuji. (Saba-6)

Mu’adz bin Jabal r.a berkata ;

Belajarlah ilmu kerana ;

belajar itu hasanat (kebaikan) dan
mencari ilmu itu ibadat, dan
mengingatinya sama dengan tasbih, dan
menyelidikinya sama dengan jihad, dan
mengajar kepada yang tidak mengetahui itu sedekah, dan
memberikannya kepada yang berhak (ahli) itu taqqarub (mendekatkan diri dengan Allah),
sebab ilmu itu jalan untuk mencapai tingkat-tingkat ke syurga. Dan
ia yang menjinakkan (menghibur) sewaktu bersendirian dan
kawan dalam pengasingan, dan
kawan dalam kesepian, dan
penunjuk jalan kesenangan,
penolong menghadapi kesukaran, dan
keindahan di tengah-tengah kawan, dan
senjata untuk menghadapi musuh.
Allah meninggikan derajat beberapa golongan dengan ilmu itu sehingga dijadikanya pimpinan yang dapat diikuti jejak mereka, ditiru perbuatan mereka,
Malaikat suka berkawan dengan mereka, dan mengusap-usap mereka dengan sayapnya dan didoakan oleh semua benda basah maupun yang kering, dan ikan-ikan di laut dan semua serangga, dan binatang-bintang buas di darat dan laut dan semua ternak.
Sebab ilmu itu dapat menghidupkan hati dan kebodohan dan
pelita dari kegelapan dan
kekuatan dari segala kelemahan dan
alat untuk mencapai derajat abrar dan yang baik-baik di dunia dan di akhirat.
Dan memperhatikan ilmu itu menyamai puasa, sedang
mengingat-ingatinya menyamai bangun malam dan
dengan ilmu tersambung hubungan kerabat,
dan dikenal halal dari haram, dan
ilmu itu penuntun amal, sedang amal tetap menjadi pengikutnya dan
ilmu itu diberikan Allah kepada orang-orang yang akan bahagia dan diharamkan dari orang-orang yang celaka dan rugi.
Untuk itu, menuntut ilmu adalah merupakan perkara yang menjadi kemestian bagi siapa saja, kerana dengan ilmu yang shohih sajalah syariat dapat ditegakkan, dan dengan ilmu yang benar sajalah thoriqat dapat diluruskan malahan dengan ilmu makrifat sajalah hakikat dapat didirikan.

Benarlah kata orang-orang Sufi;

Hakikat tidak akan muncul sewajarnya jika syariat dan thoriqat belum betul lagi kedudukannya. Huruf-huruf tidak akan tertulis dengan betul jika pena tidak betul keadaannya.

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

One thought on “ADAB DAN KEUTAMAAN MEMBACA AL-QURAN

  1. Muantaaaabbb…Salam kenal bos.

    Posted by dihya | October 10, 2010, 10:56 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: