//
you're reading...
Uncategorized

Pesona Wajah Orang yang Taqwa

Pernah suatu kesempatan pada acara periwayatan hadits di sebuah ma’had di Bogor, saya diberi nikmat oleh Allah untuk berkumpul dengan orang-orang shalih dan ulama-ulama lokal.

Saya melihat para ustadz, syaikh, santri berdatangan secara bergantian. Saya melihat, di sana terlihat jelas keberkahan dari pribadi-pribadi mereka yang mengagumkan. Itu terlihat dari cahaya wajah-wajah mereka yang penuh berkah. Tidak salah seorang Habib Munzir mengatakan “Jiwa yang banyak mengingat Allah, maka wajahnya akan memancarkan cahaya”. Habib Umar bin Hafidz pernah berkata “Para muttaqin akan memancarkan suatu kharisma, yaitu kharisma taqwanya kepada Allah.

Benar sekali bahwa Allah telah berfirman dalam Al Quran:

“Apakah orang yang dilapangkan hatinya oleh Allah untuk menerima Islam, ia dikaruniai oleh Allah dengan suatu cahaya” (Az Zumar:22).

Saya juga teringat sebuah itsar dari seorang sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, bahwa “kebaikan itu akan memberikan cahaya pada wajah”. Bahkan Ali bin Abi Tholib pernah berkata: “Lintasan fikiran/perasaan seseorang akan Allah tampakkan pada dzohir(tampilan) mereka”. Bayangkan, jika seorang mukmin yang selalu berdzikir kepada Allah, maka Allah akan nampakkan kemuliaan pada dirinya.

Ajiib, saya jadi semakin yakin bahwa kemuliaan itu datang daripada kebaikan (‘amal shalih) yang dilakukan seseorang yang ikhlas hanya kepada Allah. Semakin dekat seorang kepada Allah, maka allah berikan balasan langsung kepada orang itu baik di dunia dan akhirat. Orang yang bersih hatinya, akan terlihat dari pesona pribadinya dan cahaya pada wajahnya. Orang yang telah dikarunikan nikmat seperti ini oleh di dunia, akan dilapangkan hatinya oleh dalam menjalani hidup di dunia ini. Allah melukiskan dalam Al Quran mengenai mereka di dalam Al Quran:

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.. (Al Qiyamah:22) Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. (Al insan:11) Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan.(Al Mutahaffifin:24)

Sebaliknya, orang yang jauh dari mengingat Allah, maka Allah akan tampakkan pada dzahir tubuhnya. Baik pada muka,anggota badan atau gejolak hatinya. Orang yang banyak berdosa akan mengalami suatu kesempitan hidup yang terlihat dari gelagat dan akhlak yang bejat. Sebagaimana firman Allah “

Barangsiapa yang lalai daripada mengingatKu, maka baginya kehidupan yang sempit” . Dan wajah-wajah pada hari itu muram..(Al Qiyamah:24) Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan..(Yunus:26)

Sholat dan Cahaya Ketaqwaan

Nabi saw bersabda “Sungguh, sholat itu ialah tiang agama”, jika baik sholatnya maka baik pula semuanya”. Allah juga berfirman “dirikanlah sholat untuk mengingatku”

Tidak bisa disangkal lagi bahwa sholat adalah amalan ‘ajaib’ yang bisa menghantarkan seseorang langsung menuju maqam (kedudukan) yang mulia di sisi Allah. Sebuah hadits yang panjang juga menjelaskan bahwa shalat bisa memberikan cahaya kesholihan pada wajah. Sebaliknya orang yang meninggalkan sholat, maka tercabutlah kesolihan dari wajahnya.

Shalat menjadikan diri bersinar dan penuh berkah

Ada sebuah kisah di zaman salaf yang pernah saya baca. Suatu kesempatan seseorang yang bertanya kepada seorang ulama yang shalih. ia bertanya “wahai ulama, mengapa orang-orang yang rajin sholat wajah orang itu terlihat bercahaya?” Maka, ulama itu menjawab: “karena ia sering menghadap kepada Dzat yang Maha Bercahaya (yakni Allah)”.Efek dari shalat yang benar akan berdampak besar terhadap kehidupan seseorang. Yang tadinya jauh dari ketenangan dan selalu gelisah, perlahan menjadi pribadi yang tenang. Yang tadinya ia suka berbuat maksiat, karena ia konsisten dengan sholat, akhirnya ia bisa menjadi ahli wara’. Seperti yang dikisahkan dalam hadits bahwa ada seorang laki-laki yang selalu mencuri padahal ia sholat. Kemudian nabi tersenyum dan mengatakan bahwa insya Allah shalatnya akan menghilangkan sifat suka mencurinya.

Nah, sekarang jikalau kita belum mampu untuk selalu khusyu’ minimal usaha kita ialah mencoba untuk ON TIME dalam menunaikan shalat. Kemudian belajar memahami arti dan makna bacaan-bacaan shalat. Belajar bagaimana untuk tuma’ninah yang sempurna serta bertanya kepada ulama shalih tentang shalat kita. Semoga Allah menyempurnakan. Wallahu a’lam

Ditulis dalam Subhanallah…!

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: