//
you're reading...
Uncategorized

BERTELADAN KEPADA ORANG SHALEH :Oleh Buya Djamaluddin Ahmad Al buny

BERTELADAN KEPADA ORANG SHALEH

Buya Djamaluddin Ahmad Al buny

“Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah SWT dan kepada kebenaran yang datang pada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami dalam golongan orang-orang saleh.” (QS. Al Maidah ayat 84.)

Seperti Tumbuhan di tanah Yang Subur.

Apabila meneladani orang-orang shaleh menjadi sifat utama Nabi Muhammad Saw, maka kita yang menjadi pengikutnya akan lebih utama lagi apabila berteladan dari contoh kehidupan beliau dan para Rasul-rasul Allah. Hubungan dengan orang-orang saleh, ibarat menanam benih di tanah dan lahan yang subur. Dari lahan dan tanah yang subur akan tumbuh kehidupan yang subur dan saleh.

Mustahil kebaikan, keutamaan dan kesucian, tumbuh dari lembah-lembah kering dan kotor. Tanaman yang tumbuh subur berasal dari tanah yang subur, selalu mendapat pemeliharaan dan pemupukan serta pengawasan terus menerus. Tanah yang gersang akan menumbuhkan tanaman dan pepohonan yang merana, kerdil, mudah terkena penyakit dan hama tanaman, lalu mati. Sedangkan tanah yang subur akan menghasilkan tanaman dan pepohonan yang subur, berkembang berbunga dan berbuah.

Kehidupan manusia ibarat tanaman. Dari rumah tangga dan lingkungan yang saleh akan lahir dan tumbuh anak-anak dan remaja yang saleh. Dari keluarga yang intensif pengawasan hidup keagamaannya, akan berkembang manusia-manusia saleh yang patuh kepada agama dan tatanan hidup. Demikian juga halnya pergaulan. Anak-anak dan remaja yang baru tumbuh dan berkembang ruhaninya sangat peka kepada alam lingkungannya. Kondisi masyarakat sangat menentukan kesalehan seorang ramaja. Masyarakat dan lingkungan yang saleh akan mendidik kehidupan saleh itu secara tidak langsung kepada warganya. Dengan demikian pergaulan, lingkungan keluarga, kondisi masyarakat, menjadi syarat utama bagi pendidikan dan berkembangnya keutamaan, kesalehan, kedisiplinan.

Mencari dan memilih teman sepergaulan mutlak dalam kaitannya menjaga kesalehan peribadi, rumah tangga dan lingkungan.

Kondisi lingkungan, pergaulan masyarakat, cukup besar pengaruhnya bagi perkembangan ruhani dan moral masyarakat. Perkembangan informasi dan cepat masuknya alat-alat modern yang serba elektronik di dalam masyarakat, hingga sampai ke dalam kamar peribadi keluarga, menjadi petunjuk tidak terbendungnya arus informasi dari luar memasuki kehidupan keluarga muslim di abad modern ini. Jelas pendidikan kesalehan dalam rumah tangga yang menjadi cita-cita dan harapan masyarakat Islam, terhalang oleh derasnya arus informasi dan komunikasi. Sikap yang harus ditempuh oleh orang tua, adalah berhati-hati dan selektif. Kemampuan keluarga yang terbatas mengawasi perkembangan anak-anak muda, harus diikuti dengan taqarrub yang tidak terbatas serta komunikasi yang terus-menerus dengan Maha Pencipta alam semesta, Allah ‘Azza Wajalla

Persahabatan adalah naluri yang hidup dalam jiwa manusia. Pengaruh tarik menarik menjadi suatu kebiasaan hidup diantara sesama manusia. Demikian juga sikap memilih dan selektif dalam pergaulan juga menjadi kebiasaan dalam menentukan kawan seiring. Yang terakhir ini sangat penting bagi orang beriman bagi menentukan sikapnya, dengan siapa ia mesti bergaul dan kepada siapa ia mendapat kawan seiring. Agar tidak meyesal dikemudian hari. Pepatah mengatakan: “Mencari teman untuk tertawa dan bersenang-senang banyak dan mudah. Namun mencari teman yang ikut bersedih dan menangis sangat susah.”

Ibnu hatim berkata : “ Orang yang berakal adalah orang yang selalu menjalin persahabatan dengan orang-orang saleh, dan menghindari persahabatan dengan orang – orang fasik. Jalinan cinta kasih suatu persahabatan yang saleh selalu berkesinambungan dan sulit untuk rusak dan putus. Orang yang suka bersahabat dengan orang-orang berperilaku jelek, apabila tidak berhati-hati ia akan masuk ke dalam golongan tersebut dan terjaring dalam baharya, tidak akan lepas, dan tidaka akan selamat.

Orang-orang bijak berkata: “Orang berakal, wajib menjauhi persahabatan dengan orang yang suka curiga. Sebagaimana persahabatan yang baik akan mewarisi sifat-sifat baik, demikian juga, persahabatan yang jelek akan mewarisi sifat-sifat jelek pula. Berhati-hati berkawan dengan orang-orang jahat, walaupun engkau berniat akan memperbaiki mereka, karena sukar untuk mendapatkan ketulusan dari mereka, kecuali apabila mereka memperoleh hidayah dari Allah SWT dengan bantuanmu.

Kebahagiaan seseorang di peroleh dengan empat hal, yaitu

(1) Mempunyai istri yang shalehah dan patuh;

(2) Anak-anak shaleh dan berbakti

(3) Saudara-saudaranya adalah orang-orang Shaleh.

(4) Ia mendapatkan rizkinya di negri tempat tinggalnya.

Orang yang berkawan dengan penjahat akan dianggap penjahat oleh orangh yan melihatnya. Ia juga akan dianggap penjahat karena berada di tempat orang-orang jahat.

Ketahuilah, orang yang berteman dengan orang yang lalai akan menjadi lalai. Sebab kebaikan tidak akan bergabung kecuali dengan kebaikan juga. Kejahatanpun tidak akan bersatu kecuali dengan dosa-dosa. Barang siapa yang menghendaki menjadi baik, maka seharusnya ia berkawan dengan orang-orang yang baik pula. Oleh karena itu bergaullah dan ikutlah langkah orang saleh agar tidak merisaukan pikiran dan menjadi beban bagi jiwamu. Enteng pikiranmu dan ringan bebanmu.

Maka, sangat mustahil jiwamu akan kokoh dan di penuhi iman, mustahil pula hatimu menjadi halus dan amalmu bertambah Bila yang ada di pikiranmu jalan maksiat, sudah tentu imanmu akan bertambah lemah, hatimu menjadi keras, dan amal ibadahmu akan makin susut dan lenyap.

Sungguh benar Nabi Muhammad Saw bersabda :

“ Perumpamaan orang duduk berteman dengan orang-orang saleh, ibarat duduk dengan penjual minyak wangi. Walaupun engkau tidak mendapatkan sesuatu atau tidak membeli minyak wangi tersebut, pasti engkau akan mendapatkan wewangiannya. Sedangkan orang yang duduk berteman dengan orang jahat. ibarat engkau duduk dengan tukang pembuat besi. Walaupun engkau tidak terkena jilatan apinya, pasti engkau kena percikan bunga apinya dan bau asap besinya,”

Keluarga Yang Saleh

Keluarga adala komunitas masyarakat yang pertama dalam hubungan dengan alam.dan lingkungannya. Tingkat pendidikan dan akhlaq anggota keluarga, adalah cermin dari sebuah masyarakat. Makin tinggi dan sempurna tingkat pendidikan keluarga, makin jelas identitas keIslamannya. Anggota keluarga yang mengamalkan ajaran Islam, melaksanakan ibadah secara rutin, suasana ke Islaman dan akhlaq Islami mewarnai anggota keluarga, maka akan lahir dari komunitas seperti ini keluarga yang saleh. Do’a yang sering diucapkan oleh Bapak, Ibu, keluarga muslim antara lain: “Rabbi Habli Minas Shalihin.” ( Ya Rabbi anugerahkan untukku keturunan yang saleh) (QS As Shafat ayat 100.)

Bayangkan apabila seorang Ibu yang dengan susah payah telah mengasuh anak-anaknya, lalu mereka tumbuh menjadi anak-anak yang taat kepada Allah dan RasulNya, ibadah rutinnya terlaksana dengan penuh kesungguhan, kepatuhan pada orang tua sesuai dengan adab dan akhlaq Islami. Rajin belajar dan penuh kebanggaan kepada agamanya. Tampak pada wajah mereka bekas ibadah yang bersinar, dan memberi cahaya bagi lingkungan rumah tempat kediaman mereka. Allah Azza Wajalla mengirimkan malaiktat ikut bertasbih dan mengaminkan do’a dan zikir anak-anak yang saleh itu. Mengawasi mereka sepanjang hari, dan memberkati seleruruh anggota keluarga. Bunyi dari do’a-do’a harapan orang tua mukmin yang senantiasa dilantunkan sepanjang hari setelah shalat lima waktu, terbang ke ‘Arasy Allah Jalla Jalaluh untuk anak-anaknya. “Rabbana Hablana Min Azwajina Wa Zurriyyatina Qurrata A’ yun Waja’alna Lil Muttaqina Imaman.” (Wahai Rabb kami anugerahkanlah untuk kami dari pasangan kami dan anak cucu kami, menjadi kesejukan kesejukan mata kami, dan jadikan pula kami menjadi pemimpin dari orang-orang yang takwa”.) (QS. Al Furqan ayat 74.)

Kisah Anak Jalanan.

Umurnya sangat muda. .Pada usia 11 tahun lebih sedikit, ia harus bekerja membantu ibunya. Sekolah harus dibayar. Harus berseragam, harus makan dan minum, harus membeli alat sekolah, harus berpakaian menutup badan, aurat, dan macam-macam keharusan lainnya. Anak perempuan itu bernama Nafisah. Nama pemberian Ayahnya, yang lima tahun lalu meninggal karena kecelakaan kereta api lima tahun yang lalu.

.Disalah satu perapatan jalan, Kota Semarang, ia berlari-lari mengejar sebuah sedan yang berhenti dekat tempatnya menunggu. Ibunya yang telah berumur 50 tahun itu menjaga dan menunggunya selama beroperasi meminta bantuan orang-orang yang berada di atas kenderaan, terutama dari mobil-mobil mewah. Kantong kaleng yang berisi uang krincing logam berbunyi kring-kring mengikuti langkah gadis kecil itu. Ia kelihatan kecapaian setelah mendapatkan lontaran uang dari pemilik mobil, lalu menepi mendekat Ibunya. Matahari telah tinggi di atas ubun-ubun di tengah langit kota Semarang. Sebentar kemudian azan dari Masjid Baitur Rahman di tepi jalan besar itu berkumandang.

Dua anak beranak itu, tanpa ada yang menyuruh, langsung melangkah dan menyeberangi jalan besar, menuju Masjid. Sebuah kantong plastik berisi rukuh di dekap erat-erat oleh sang Ibu, seperti satu-satunya milik yang berharga bagi mereka.

Tidak banyak yang dikisahkan dari peristiwa ini karena hanya merupakan rekaman selintas pada suatu hari di bulan September 1980, ketika panas sangat terik mendera kota Semarang.

Apa yang dapat dipelajari dari kisah selintas ini ? Bahwaanya kesalehan selalu ada pada setiap orang. Seperti Nafisah dan Ibunya. Dalam keadaan beban hidup yang berat, kedua anak beranak itu tidak melupakan Tuhan mereka Pencipta diri mereka, yang dengan pengetahuan yang minim, mereka merasakan sebagai hamba Allah yang telah didatangkan ke dunia memenuhi takdir.Namun kehadiran Allah selalu bersama mereka. Sesudah itu pasti kembali kepada Allah Tuhan Rabbul’alamin. Hanya sekedar itu pengetahuan mereka, mengenal Sang Pencipta dan kewajiban menyembahNya. Hanya itu kesalehan mereka, yang digenggam erat-erat oleh kedua anak beranak itu. Sampai kapan mereka itu membawa takdir di atas daratan kehidupan, tak seorangpun yang tahu.

Setelah menjelaskan kesalehan anak kepada kedua orang tuanya, serta batas-batasnya, pada surat Al Ankabut ayat 8. Maka pada ayat 9, disimpulkan sebagai berikut: “ Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sungguh akan Kami masukkan mereka ke dalam golongan shalihin.”

Ciri-ciri orang-orang shaleh.

Diantara ciri-ciri orang-orang saleh yang dapat dijadikan teladan antara lain:

*

Ikhlas hati dan tulus jiwanya.
*

Berilmu dengan ilmu agama
*

Jujur dan istiqamah dalam beragama.
*

Teguh imannya dan selalu menghindari kesyirikan.
*

Selalu berhati-hati dalam melaksanakan amal ibadah.
*

Rajin beribadah dan mengharap ridha Allah semata.
*

Menghidupkan taqarrub dan zikrullah dalam hatinya.
*

Menjauhi riya’ (pamer amal) dan sum’ah (memperdengarkan kebaikan diri).
*

Menghindari hasad, dan menyingkiri keculasan dan kemunafikan.
*

Rendah hati dan menjauhi kesombongan.
*

Suka menolong dan bersifat dermawan.
*

Ikut dalam kebersamaan serta menjunjung kemuliaan.
*

Selalu sehat dan memiliki kekuatan jasmani
*

Jujur, amanah, cerdas dan mampu menyelesaikan persoalan yang rumit.
*

Selalu husnuzzan dan menghindari suuzzan.
*

Suka mengalah demi kebaikan dan kemanfaatan bagi ummat.
*

Mendahulukan kepentingan orang banyak dari diri sendiri
*

Menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya secara tuntas menyeluruh dan bertanggungjawab.

Ibnu Hajar Astqalany menerangkan: “Jangan sampai engkau mengabaikan untuk memilih terman beraul, yang layak dijadikan sahabat. Sebab pengaruh persahabatan akan sangat berkesan dalam pergaulanmu, akan membentuk watak dan pribadimu. Diingatkan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Keadaan keagamaan seseorang itu mengikuti keadaan agama teman sepergaulannya. OLeh sebab itu diantara kalian hendaklah selalu menyeleksi dengan siapa ia memilih teman bergaulnya.”

Amirul Mukminin Umar bin Khattab berkata: “Hendaklah engkau bergaul dengan sahabat yang jujur Karena engkau akan berada bersama mereka. Mereka akan mnjadi hiasanmu ketika engkau dalam keadaan senang. Menjadi bekalmu ketika akan di timpa bencana. Hargailah temanmu itu sesuai dengan kedudukan dan kebaikannya. Walaupun kelak ia berbuat sesuatu kepadamu yang membuat engkau tidak menyukainya..’

Ibnu Qayyim berkata: Teman bergaulmu yang saleh akan memberi beberapa manfaat kepadamu sebagai berikut:

1.

Apa bila engkau dalam keraguan. ia akan menghidupkan keyakinan dalam hatimu.
2.

Sifat-sifat riya’ yang ada dalam hatimu. akan berubah menjadi sifat ikhlas.
3.

Jika engkau termasuk manusia ghafil (lalai), engkau akan diingatkan agar menjadi manusia yang selalu berzikir.
4.

Ketika engkau sangat cenderung kepada nafsu duniawi ia akan mengingatkanmu keoada kehidupan akhirat.
5.

Disaat engkau ditimpa rasa sombong, ia akan mendoronmu menjadi manusia yang rendah hati (tawadhu’)
6.

Jikalau engkau termasuk orang yang tidak suka menerima nasihat, dan buruk perangai, engkau akan mendapat pembinaan, sehingga suka menerima nasihat dan berakhlak mulia.

Jangan jual nilai imanmu dengan perniagaan sesaat

Hadapkan ia bersama amal saleh,

Karena akan menentukan siapa dirimu dihadapan Rabbul Izzah

Hindari perasaan, engkau telah beribadah dan mampu beramal

Sebab perasaan itu membuat dirimu kehilangan nilai kesejatian

Jemput senjata imanmu dan bangunlah kebun amal tanpa siapa pun

Genggam kampaknya dan tebas hutannya

Semailah bibit amal saleh di ladangnya tiada peduli siapa memperhatikanmu

Cukupkan Malakal Muqarrabin mencatat derap langkapmu

Karena Rabbul Jalil memandangmu

Dari Arsy yang Agung, Rabbmu senyum kepadamu

Mengikuti gerak jiwamu

Tak perlu meragukan amal salehmu

Kalau engkau telah mengokohnya dengan ketulusan hati

Karena setiap gerakan memberkati langkahmu.

Ambil cangkulmu, jangan tunggu hari esok

Sekarang semailah ladangmu dengan ibadah

Pupuklah ia dengan amal saleh.

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: