//
you're reading...
Cinta

Antara Iman dan Cinta



Cinta adalah suatu kata yang teramat indah didengar, manis untuk diucapkan, dan begitu nikmat saat dirasakan. Jika seandainya lautan menjadi dawat dan digunakan untuk menuliskan aksara tentang cinta, maka mungkin tidak akan cukup. Jikalau seluruh pepohonan dijadikan kertas dan dipakai sebagai lembaran untuk menggoreskan cerita cinta, itu tak akan memadai. Andai seluruh waktu dipakai untuk mendongengkan cerita cinta, maka tak akan usai walau jarum jam tak sanggup lagi berputar. Bahkan belum sempurna iman yang kita miliki bila antar sesama belum saling mencintai.

Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. Apakah tidak perlu aku tunjukkan pada satu perkara, jika kalian melakukannya maka niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian! (HR. Muslim).

Namun jikalau kita mencoba membuka semua kitab cinta, menyaksikan layar kaca yang berkisah tentang cinta, dan melihat dalam diri kita yang mengklaim penuh cinta, semua cinta itu lebih banyak tertuju kepada dunia dan sesama manusia terutama lawan jenis dan diri sendiri. Kita bicara cinta sejati, kita bicara cinta suci, cinta sejati dan suci untuk makhlukNya. Bahkan atas nama cinta ‘suci’ ada yang berani menentangNya dan melakukan dosa atas nama cinta. Demi cinta dunia dan isinya kita hanya bisa menyisihkan amat sedikit waktu untuk mengingatNya tanpa memberikan cinta.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Sesunguhnya kelak di Hari Kiamat Allah akan berfirman, “Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya dalam naungan-Ku disaat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku”

“Aku mencintaimu karena Allah”. Kalimat ini mungkin ringan di lisan tatkala diucapkan pada seseorang yang dicintai. Namun bisakah kita membuat garis tegas antara cinta dan nafsu ? Apalagi cinta yang murni karena Allah. Sudahkah kita bercinta karena keagunganNya? Cinta yang didasari atas keinginan untuk makin taat kepadaNya tatkala kita mencintai seseorang. Cinta yang membawa para pelaku cinta makin taat padaNya dan tentram dalam keagunganNya. Bukan cinta yang malah menyeret kita makin jauh dariNya bahkan bermaksiat atas nama cinta. Saya masih ragu pada diri saya sendiri, apakah cinta yang kumiliki karena Allah?

Lalu, jikalau kita mengaku cinta pada Allah, apa yang menjadi bukti cinta itu ?Allah Ta’ala telah memberikan sebuah pedoman untuk mengetahui hakikat pengakuan cinta seseorang, (yaitu) bahwa yang menjadi ukuran dan bukti cinta seseorang kepada Allah ta’ala adalah sejauh mana dia dalam ber ittiba’ (mengikuti petunjuk) Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Allah berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ

”Katakanlah: ’Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosa kalian’. Allah Maha Pengampun dan Penyanyang” (QS. Ali-’Imron: 31)

Jadi bukti cinta pada Allah adalah dengan mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah, taat kepada syariat yang dibawa oleh Rasulullah. Hal yang terpenting dalam cinta adalah pengakuan dan balasan dari yang dicintai. Walau para penyair sering mengatakan bahwa cinta sejati tak mesti berbalas. Cukuplah Qais mencintai Laila, walau Laila tidak mengakuinya. Namun adakah yang lebih penting dan agung selain dicintai oleh Allah?

Oleh karena itu barangsiapa yang menyelisihi, menyimpang dan meninggalkan petunjuk Rasulullah apalagi mengolok-olok, meremehkan, menghina dan menghujat syariat yang dibawa oleh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, berarti dia tidak mencintai Allah ta’ala bahkan ia bermaksiat kepadaNya.

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: