//
you're reading...
Wanita

Kitab “PERHIASAN BAGUS”

PENDAHULUAN

Translit Kitab “PERHIASAN BAGUS”

Karya : Syekh Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Alwi.

SEPATAH KATA

 

 

 

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

 

Sahabat-sahabat seiman,

 

Dengan memanjatkan rasa Puji dan Syukur kehadirat Alloh Subhanahu Wata’ala, Sholawat dan Salam kepada Baginda Rosululloh SAW, pada kesempatan ini kami dapat menyelesaikan translit kitab  yang berjudul “PERHIASAN BAGUS” untuk kaum perempuan, karya Syekh  Usman  bin Abdulloh bin ‘Aqil bin Yahya Alwi Rohimalloh, dari tulisan arab Jakarta kedalam latin Indonesia.

Syekh Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Alwi adalah Ulama asal betawi yang hidup pada abad ke 18 Masehi, Kitab-kitab yang dikarangnya banyak digunakan oleh kebanyakan majlis taklim di Jakarta, khususnya majlis taklim / pengajian kaum muda dan remaja.

Kami  sangat tertarik mentranslitkan kitab ini, karena  disamping dapat sebagai pedoman nasehat kita dalam kehidupan sehari-hari, kitab ini  merupakan karya besar dari almarhum yang telah dikarang pada tahun 1312  Hijriah atau sekitar tahun 1890 Masehi.

 

Dan  kitab ini walaupun lebih dari 100 tahun yang lalu  ditulis, akan  tetapi makna yang terkandung masih tetap ada relevansinya dengan kehidupan saat  sekarang  di abad 20 Masehi ini, bahkan kitab ini menggambarkan  kehidupan saat  ini,  dimana akibat terjadinya arus  globalisasi telah terjadi dekadensi  moral, yang merubah perilaku manusia kepada kehidupan  yang cenderung tidak menghormati ajaran yang disyariatkan Agama Islam.

 

Untuk itu dengan berpedoman Al-Qur’an dan Hadist  serta  ittifak Ulama, kami ingin mengajak terutama untuk diri saya, anak dan  keturunan saya, keluarga saya serta kita semua untukkembali kepada syariat Agama Islam, yaitu dengan mengamalkan apa-apa yang diperintahkan  oleh Alloh Subhanahu Wata’ala dan Rosululloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam.  Dan  salah satu caranya adalah dengan mengamalkan  apa-apa  yang terkandung di dalam kitab ini dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

Insya Alloh, translit ini bermanfaat untuk kita semua,  khususnya buat anda yang membacanya. Amin..

Jazakallohu Khoyron.

 

JAKARTA, 26 OKTOBER 1992

 

Alfakir,

Ny. Retno Wahyudiaty, SE.

KATA PENGANTAR dari PENGARANG KITAB

 

Bismillahirrohmanirrohim,Alhamdulillahi robbil ‘alamin, Wassholatu wassalamu ‘ala sayyidi­na muhammadin, wa’ala alihi washohbini ajma’in.

Waba’du ; Kemudian daripada itu maka adalah ini sebuah risalah ada didalamnya himpunan beberapa hadist Nabi Sollollohu ‘Alaihi Wasal­lam didalam perihal pengajaran kebajikan, beserta beberapa perkataan segala ulama.

Didalampengajaran ini dipindahkan sekaliannya pada bahasa melayu Jakarta dengan setengahnya lagi tiada disebut lafaz arabnya .

Dinaqol sekalian itu dari kitab yang mu’tamat, pengajaran ini khusus dibuat kepada anak-anak perempuan sekalipun pengajaran itu patut juga juga diajarkan kepada anak laki-laki.

Bermula bahwa gunanya pengajaran itu memperolehkan lima rupa daripada keuntungan besar bagi yang belajar padanya. Maka orang yang mendapat lima keuntungan besar itu maka ialah manusia yang paling baik dan paling bagus dan paling mujur dari dunia sampai di akhirat.

Maka hendaklah disebut disini lebih didahulukan lima rupa keuntungan besar itu dengan satu-persatunya ditulis dengan hurup besar kemudian diiringi padanya dengan hurup ilwas, dengan sebutan beberapa kebajikan yang mengikut padanya lagi, yaitu supaya yang membaca padarisalah ini dan yang mendengar padanya boleh mendapat roghib dan mendapatkan segala keuntungan besar itu beserta segala kebajikan yang mengikut padanya, juga dengan mengamalkan pengajaran tersebut didalamrisalah ini.

Sebagai lagi bahwasanya pengajaran yang di dalam risalah ini se­sungguhnya ia membaguskan dan meriaskan pada yang membaca padanya dengan mendapakan lima rupa keuntungan beserta itu.

Maka dari itu dinamakan risalah ini “PERHIASAN BAGUS”.

 

5 RUPA KEUNTUNGAN BESAR :

Bermula inilah sebutan lima rupa keuntungan besar itu satu-persatunya :

 

  1. Dapat berlaku dengan kelakuan yang baik,

maka ialah kelakuan yang terpuji pada Alloh Ta’ala dan pada Rasulnya.

Orang yang dapat berlaku dengan kelakuan yang baik ini meskipun ia bukan daripada orang yang berasal (baik), maka kelakuannya yang baik itu meninggikan pangkatnya dan membaguskan sebutan namanya dan menguatkan kepercayaan dan menyukakan hati orang-orang kepadanya.

Adapun orang yang mempunyai kelakuan jahat meskipun ia daripada orang yang berasal (baik), maka kejahatan kelakuan itu merendahkan pangkatnya dan membusukkan sebutan namanya dan menghilangkan kepercayaan dan membencikan hati (orang lain) kepadanya.

 

 

  1. Dapat berperangai yang baik,

yaitu dengan budi bahasa dengan perkataan yang baik dan banyak sabar serta banyak merasa malu dan tiada dengki dan tiada dendam dan tiada busuk hati dan tiada suka mencuri, tiada mengkata-katai orang atau mengumpat orang.

Maka inilah daripada perangai segala Anbiya’ dan Auliya’ dan Sholihin, maka orang yang dapat berperangai baik ini tentulah kelakuannyapun menjadi baik, maka dapatlah ia segala kebajikan yang telah tersebut itu beserta dapatlah ia pula di akhirat segala kesenangan surga beserta keredoan Alloh Ta’ala.

Adapun orang yang berperangai jahat, maka tentulah kela­kuannyapun jahat, maka dapatlah ia segala kerugian yang telah tersebut beserta murka Alloh Ta’ala jua adanya.

 

  1. Dapat masuk surga beserta keredhoan Tuhan ‘Azza Wajalla,

maka inilah keuntungan yang terlebih besar sebab ada didalam surga itu segala rupa nikmat-nikmat besar daripada rupa-rupa makanan dan buah-buahan dan segala minuman dan segala perhiasan dan segala kerajaan dan segala kesenangan, sekalian itu yang amat bagus dan amat enak yang belum pernah dilihat dengan mata atau dengar dengan kuping akan seupama kebagusan surga itu.

Meskipun ia tatkala di dunia menanggung kemiskinan atau kesukaran atau kesakitan, maka tiadalah menjadi suatu kerugian atasnya, malah kemiskinannya itu akan menambahkan derjatnya di dalam surga dengan segala nikmatnya jua adanya.

 

  1. Dapat selamat daripada api neraka,

maka keselamatan itulah peruntungan yang amat besar, sebab bahwasanya siksa api neraka itu terlalu amat keras.

Bermula jikalau seorang kena terbakar sedikit dari badannya dengan api dunia maka bagaimanalah sakitnya itu, maka apala­gi jika terbakar badannya semua, maka apalagi jika dengan api neraka yang terlebih berganda-ganda panasnya, dan men­ganguskan sekalian badan.

Tiap-tiap mati dari terbakar itu dihidupkan lagi supaya selamanya ia merasakan siksa terbakar hangus itu, tiada hingganya lagi beserta murka Alloh Ta’ala atasnya.

Maka orang yang terkena masuk neraka itu meskipun ia tatkala didunia mempunyai segala kekayaan atau segala kerajaan dan kesenangan maka tiadalah itu berguna lagi. Dan hilanglah sekalian itu dimasa matinya, maka apalagi ketika itu ia melihat dirinya itu hendak dimasukkan ke api neraka.Maka orang yang dapat selamat daripada api neraka ialah orang yang beruntung besar jua adanya.

 

  1. Dapat selamat dari pada bahaya dunia, yaitu seperti dapat dimaki atau dipukul, atau dapat dibui atau dibuang atau dapat lain kesakitan hukum, maka orang yang dapat selamat daripada segala bahaya ini, maka ialah yang beruntung sekalipun ia sebagaimana kemiski­nannya.

Adapun orang yang dapat suatu daripada bahaya ini meskipun ia kaya besar, maka tiadalah berguna kekayaannya itu adanya melainkan kesialan.

 

Bermula bahwasanya lima rupa keuntungan besar itu didapatkannya Insya Alloh Ta’ala dengan mengamalkan pengajaran yang ada di dalam risalah ini.

Maka patut sekali bagi tiap-tiap ayah-bunda bahwa ia meriaskan anak-anaknya dengan perhiasan bagus, yakni mengajarkan anak-anaknya dengan pengajaran yang ada didalam risalah ini.

Demikian pula patut bagi suami bahwa mengajarkan istrinya supaya sekalian mereka itu boleh mendapatkan lima keuntungan tersebut, yang terlebih baik dan terlebih berguna daripada perhiasan emas-intan, sebab bahwasanya perhiasan emas-intan gunanya sementara dimasa hidup­nya didunia, kemudian jika ia mati jatuh pada orang lain.

Adapun ini “perhiasan bagus” gunanya mendapatkan lima keuntungan besar itu dari dunia terus ke akhirat, kekal kesenangannya selama-lamanya jua adanya.

Sebahagian lagi bermula bahwasanya pengajaran yang mendapatkan lima keuntungan besar itu ialah ia tergantung pendapatannya dengan mengajarkan segala yang wajib-wajib yang tersebut didalam sembilan pasal di awal risalah ini, beserta meninggalkan segala yang haram yang tersebut didalam sembilan pasal yang diakhir risalah ini.

Maka menjadilah jumlah pasal-pasal yang didalam risalah ini delapan belas pasal, inilah satu-satu adanya .

PASAL1

Kewajiban Syara’(Hukum Alloh) atas Ibu dan Bapak

Translit Kitab “PERHIASAN BAGUS”

Karya : Syekh Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Alwi.

Menyatakan kewajiban Syara’(Hukum Alloh) atas ibu-bapak, bahwa mengajarkan anaknya dengan pengajaran yang baik sebagai barang yang tersebut di dalam risalah ini, yang dengan pengajaran ini maka anaknya boleh mendapatkan lima rupa keuntungan besar dan boleh anaknya menjadi bercahaya matanya beserta beberapa pahala bagi keduanya.

Adapun jikalau keduanya itu (ibu-bapak) tiada mengajarkan anaknya maka dikha­watirkan bahwa anaknya itu mendapat perangai jahat, teristimewa pula jika ia bercampur dengan anak yang berperangai jahat dikhawatirkan kesudahannya itu ia akan menyusahkan ibu-bapaknya.

Sebagai lagi diriwayatkan, bahwa di hari qiyamat bahwa anak-anak atau istri yang tiada di ajarkan kebajikan oleh bapaknya atau oleh suaminya hingga mereka itu melihat siksa, maka mereka itu balik men­dakwa atas ibu-bapaknya atau suami.

Inilah hadistnya dari kitab Ihya-Ulumiddin :

“Awwalu maa yata’alaqu birrojuli yaumal qiyamati ahluhu wawaladu­hu fayu’qifunahu baina yadayyillahi ta’ala, fayaquluna yaa robba­na khuzlana bihaqqina minhu fainnahu maa ‘allamana maa najhalu”.

Artinya :

Mula-mula bergantung pada seorang dihari qiyamat yaitulah anak istrinya pada khadirot Alloh Ta’ala, maka berkata anak-istri itu :”Wahai Tuhan kami ambil hak kami dari padanya sebab bahwasanya ia tiada mengajarkan kami barang yang tiada kami mengetahui”.

Adapun dari perihal anak-anak itu maka hendaklah ia mengetahui sungguh-sungguh bahwa ibu-bapaknya punya pengajaran padanya, punya perintah atasnya dengan mengerjakan segala kebajikan, dan punya laran­gan atasnya daripada segala kejahatan.

Maka semua itu dari sebab ia amat sayang padanya, karena dia mendapatkan pada lima keuntungan besar itu, dan karena menyelamatkan daripada segala kejahatan dunia dan akhirat.

Adapun perihal pengajaran yang wajib pada anak-anak maka yaitu :

Ilmu mengenal Tuhan Alloh Azza Wajalla dengan segala Sifat-Nya yang wajib, dan Ilmu rukun-rukunan seumpama yang ada dikitab “Babul Manan” atau kitab “Irsyadul Anam” dan membaca doa-doa dan dzikir-dzikir seumpama yang ada dikitab “Maslikul Akhyar”, dan menjauhkan segala bid’ah sebagaimana tersebut dikitab “Manhajal Istiqomah”.

PASAL2

Wajib Ta’at dan Hormat kepada Ibu & Bapak

Translit Kitab “PERHIASAN BAGUS”

Karya : Syekh Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Alwi.

 

Menyatakan bahwa wajib pada seorang membuat ta’at dan hormat kepada ibu-bapak, maka wajibnya itu dengan Perintah Alloh Ta’ala didalam Al-Qur’an.

 

Firman Alloh Ta’ala :

“Wawash-shoynal insana biwalidayhi ihsana”

Artinya :

Aku perintahkan manusia akan membuat kebajikan kepada Ibu-Bapak­nya.

 

Adapun artinya membuat kebajikan kepada keduanya itu yaitu men­dengarkan dan menurut perintahnya dan memberi hormat kepadanya, senan­tiasa menyenangkan hatinya dan menjauhkan kemurkaannya atau kejengke­lannya, dan jangan mengeluarkan perkataan kasar kepadanya.

 

Firman Alloh Ta’ala :

“Falaa taqul lahuma ufin wala tanharhuma waqullahuma qawlan kariman”.

Artinya :

Maka jangan engkau berkata kepada ibu-bapak engkau perkataan yang kurang hormat seperti kata “Ufh”, dan jangan engkau bentak-bentak pada keduanya, dan berkatalah engkau pada keduanya dengan perkataan hormat lagi mulia.

 

Dan Firman Alloh Ta’ala :

“Wa ahfidh lahuma janahazzulli minarrohmati waqul robbir hamhuma kama robbayani shogiroo”.

Artinya :

Rendahkan diri engkau kehormatan bagi keduanya, Hai Tuhanku beri Rohmat pada keduanya sebagaimana keduanya itu telah memelihara daku waktu kecilku adanya.

 

Dan Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Rodhiallohu fii ridhol walidayni, Wasyukhthollohi fii syukhthil walidayni”

Artinya :

Bermula Keredho’an Alloh Ta’ala ada di dalam kerho’an ibu-bapak, dan Murka Alloh Ta’ala ada di dalam murka ibu-bapak.

 

Dan Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Salasata laa yad-hulunal jannata : Al-’aaku liwalidayhi, waddu­yusu, warrojilatu minannisa-i”.

Artinya :

Bermula tiga macam dari pada manusia tiadalah mereka itu masuk surga : pertama-tama orang yang membuat dosa kepada ibu-bapak, kedua orang yang tiada cemburuan anak-istrinya bertemu orang laki-laki (yang bukan mahrom), ketiga orang perempuan yang (berpakaian) menyerupai dirinya seperti laki-laki adanya.
Sebagai lagi dinaqol disini makna dua hadist yang tersebut lafaz­nya di kitab “Bijayromi Atsin Iqna-i”, yaitu :

Hadist yang Pertama :

Telah datang seorang kepada Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasal­lam mengadukan bahwa bapaknya mengambil hartanya, maka dipanggil oleh Rosullulloh akan bapaknya orang itu, maka datanglah bapak itu, sudah tua dan berjalan dengan tongkat.

Maka ditanya oleh Rosullulloh padanya, maka berkata ia : Yaa Rosullulloh, bahwasanya anakku ini dimasa kecilnya dan limpahnya dan fakirnya, padahal aku lagi kuat dan lagi kaya, maka tiada sekali aku mencegah akan dia dari pada hartaku, maka sekarang ini aku telah lemah dan fakir dan anakku ini kuat dan kaya, maka ia mencegah aku daripada hartanya.

Maka setelah mendengar Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam akan perkataan si bapak ini, maka jadi sedih Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam, lalu menangis serta berkata : Tiadalah suatu batu atau suatu kayu mendengar perkataan orang tua ini, hanya ia akan sedih menangis.

Maka berkata Rosullulloh kepada orang itu : Bermula engkau dan harta engkau bagi bapak engkau adanya.

 

Hadist yang Kedua :

Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam : Aku melihat di malam mi’rat hal orang yang disiksa di api neraka, digantung orang itu di dalam api neraka, maka aku bertanya pada malaikat penunggu api itu, betapa dosa orang itu, maka berkata malaikat itu bahwa dosa mereka itu kepada ibu-bapak.

 

Telah berfirman Alloh Ta’ala :

Tiada Aku keluarkan mereka itu daripada api neraka melainkan dengan redho’ ibu-bapak mereka itu.

 

Maka berkata Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

Aku minta pada Alloh Ta’ala dengan perkataanku :

Hai Tuhanku keluarkanlah kiranya ibu-bapak mereka itu, bersama daku akan melihat siksa anak-anak mereka itu, kalau-kalau sekalian ibu-bapak mereka itu kasihan kepada anak-anaknya.

Maka diperintah oleh Alloh Ta’ala akan mengeluarkan sepuluh orang dari pada ibu-bapak anak-anak itu berjalan bersama Rosullulloh akan melihat anak-anaknya, maka diperintah Alloh Ta’ala akan malaikat penunggu neraka membuka pintunya.

Maka setelah dilihat sekalian ibu-bapak itu akan anaknya didalam siksaan yang amat keras itu, maka lalu sekalian mereka itu menangis dan berkata : Wahai Tuhan kami, tiada kami mengetahui bahwa siksaan anak-anak kami begini kerasnya, maka lalu ibu-bapak itu memanggil-manggil akan anak-anaknya, maka setelah diden­gar oleh anak-anak itu akan suara ibu-bapaknya, lalu anak-anak itu sekalian berteriak menangis dengan berkata anak-anak itu : Ya ibu-bapak kami, maka sangatlah sedih menangis ibu-bapak mereka itu, lalu meminta syafa’at pada Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam, maka berkata Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam : Tiada akan dikeluar­kan anak-anak itu daripada siksaan melainkan dengan syafa’at daripada kamu juga, lalu ibu-bapak itu meminta do’a pada Alloh Ta’ala bahwa akan mengeluarkan anak-anaknya itu.

Maka berfirman Alloh Ta’ala kepada ibu-bapak itu : Apakah kamu telah redho’ hati kamu kepada anak-anak kamu itu ?,

maka berkata ibu-bapak itu : Telah redho’lah kami kepada anak-anak kami, maka diperin­tah oleh Alloh Ta’ala akan penunggu api neraka akan mengeluarkan anak itu, padahal mereka itu sudah menjadi arang, maka lalu dimasukkan mereka itu kedalam sungai Ma-ulhiyah, maka lalu balik kembali badan mereka itu bagus, maka lalu mereka itu dimasukkan kedalam surga jua adanya.
PASAL3

Wajib Sholat Lima Waktu

Translit Kitab “PERHIASAN BAGUS”

Karya : Syekh Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Alwi.

 

Sebutan perihal wajib sholat lima waktu.

 

Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Ash-sholatu ‘imaa dud-dini faman aqomaha faqod aqomad-dina waman tarokaha faqod hadamad-dina”.

Artinya :

Bermula bahwasanya sholat lima waktu itu tiang agama, maka barang siapa mendirikan sholat maka sesungguhnya ia mendirikan agama, maka siapa yang meninggalkan sholat maka sesungguhnya ia telah merubuhkan agamanya.

 

Dan Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Man tarokash-sholata ‘andan faqod kafaro jiharon”.

Artinya :

Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja maka kafirlah ia dengan nyata.

Dan Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Awwalu maa yuhasabu bihil ‘abdu yaumal kiyamati min ‘amalihi sholatuhu fain sholuhat faqod aflaha wa anjaha wa in naqosot faqod khoba wakhosiro”.

Artinya :

Mula-mula diperiksa akan amal-amal si hamba di hari qiyamat itu sholatnya, maka jika sholatnya itu sempurna maka telah berun­tunglah ia dengan diterimanya dengan lain-lain amalnya pula, Jika sholatnya kurang maka sesungguhnya rugilah ia dan sia-sialah lain-lain amalnya adanya.

 

Dan Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Man hafadzo ‘alash-sholati akromahullohu ta’ala bihomsati khi­sholin yarfa’u ‘anhu dhoiqul ma’isyati wa’azabul qobri wayu’thi­hillahu ta’ala kitabuhu biyaminihi wayamurru ‘alash-shiroti kalbarqi wayadkhulul jannata bighoiri hisab”.

Artinya :

Barang siapa memelihara sholat lima waktu maka dimulyakan oleh Alloh Ta’ala dengan lima perkara : pertama dijauhkan daripada kesempitan rizkinya, kedua ia tiada kena siksa kubur, ketiga dihari qiyamat diberi kitab segala amalnya ditangan kanan, keempat jalan di atas shirhotol (jembatan) seperti kilat, kelima masuk syurga tiada dengan hisab.

 

Dan Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Waman tahawana bish-sholati ‘aqobahullohu ta’ala bikhomsa ‘asyr­ota ‘uqubatan khomsun fid-dun-ya wasalasatun ‘indal mauti, wasalasatun fi qobrihi, wasalasatun ‘indakhurujihi minal qobri”.

Artinya :

Barang siapa meninggalkan sholat dengan tiada uzur maka akan dibalas akan dia dengan lima belas siksaan, bermula lima daripada itu didalam dunia dan yang tiga ketika ia lagi mati, dan yang tiga didalam kuburnya, dan yang tiga diwaktu bangkit dari kuburnya.

Makna hadist ini hingga akhir :

Adapun lima rupa siksa yang didalam dunia adalah :

  1. Hilang berkah pada umurnya.
  2. Dihilangkan tanda-tanda orang soleh dari mukanya.
  3. Tiap-tiap amalnya yang soleh tiada keterima.
  4. Tiada dikabulkan do’anya,
  5. Tiada dapat bagian do’a orang yang soleh.

 

Adapun yang tiga dari siksa itu ketika ia hendak mati maka adalah :

  1. Ia mati hina.
  2. Mati dengan terlalu lapar.
  3. Mati dengan terlalu dahaga sekalipun diberi minum sekalian air didunia ini maka tiada akan menghilangkan dahaganya.

 

Adapun siksa yang didalam kuburnya adalah :

  1. Ia dijepit oleh kuburnya hingga bersalah-salahan tulang iganya.
  2. Dinyalakan api didalam kuburnya sehingga ia berbalik-balik didalam kubur diatas barah api siang dan malam.
  3. Ia disiksa pula oleh malaikat syaja’il aqro’, dimana dua mata malaikat itu dari api dan segala kuku-kukudari besi  yang menyala,  suaranya seperti  halilintar, dan ia berkata : “aku  diperintah  akan  memukul  engkau, engkau hilangkan sholat shubuh  sampai terbit  matahari,  engkau hilangkan sholat   zhuhur sampai   waktu ashar,  engkau hilangkan  sholat ashar  sampai waktu maghrib, engkau hilangkan waktu maghrib sampai waktu isya,  dan engkau hilangkan sholat  isya sampai waktu fajar”  lalu ia Memukul, tiap-tiap sekali pukulan terpendamlah orang itu kedalam  bumi tujuh puluh  hasta dan  disiksa  ia sampai hari qiyamat.

 

Adapun siksa waktu bangkit  kubur adalah :

  1. Ia sangat  mendapat  hisab.
  2. Mendapat murka Alloh.
  3. Ia dimasukkan kedalam neraka.

 

Maka  lihatlah dan dengarlah  wahai anakku akan nasehatku ini  bagaimana halnya orang yang   menta’khirkan sholat  sampai  luput  waktunya, sangat begitu keras siksanya.

Apalagi  orang yang meninggalkan  sholat, sementara   sholat   dan sementara  tidak sholat  dengan tiada  uzur,  maka  bagaimana   lagi siksaannya  dan bagaimana pula halnya,   maka  biarlah  engkau   takut sungguh-sungguh jua adanya.
PASAL4

Sifat  dan Kelakuan  Perempuan  Yang  Beruntung

Translit Kitab “PERHIASAN BAGUS”

Karya : Syekh Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Alwi.

 

Menyatakan   segala   sifat   dan kelakuan  perempuan  yang  beruntung mendapat keredho’an Alloh  Subhanahu Wata’ala,  maka  sesungguhnya  tiada ada  suatu keuntungan  pada  manusia yang   seperti  mendapat   keredhoan Alloh kepadanya. Inilah  nikmat yang paling  besar dan  hal  yang  paling  mulya,  maka inilah  pangkat derajat yang  paling tinggi.

 

Adapun  sifat kelakuan  perempuan paling  beruntung  dengan  kemuliaan itu ialah ;

  1. Perempuan yang senang duduk di rumah dan  tiada  suka  pergi   melangcong kesana-sini hanya jikalau ada perlu, maka beginilah sifatnya dan kelakuan anak-istri   para ulama  dan   para sholihin.

 

Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Aqrobu  maa takunul mar-atu  min robbiha   iza  kanat  fii   qo’ri baytiha”.

Artinya :

Yang paling dekat seorang  perempuan   kepada  keredho’an   Tuhannya ialah apabila ia  berada   didalam rumahnya.

 

Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Wainna   sholataha  fii   shohni dariha afdholu min sholatiha  fil masjidi washolatuha fii  baitiha afdholu  minsholatiha fii  shohni dariha washolatuha fii mahdi’iha afdholu min    sholatin    fii baytiha”.

Artinya :

Sesungguhnya   hanya   sholat perempuan  di latar  rumahnya  lebih afdhol dari sholatnya di masjid, dan sholatnya di dalam  rumahnya lebih afdhol  dari sholat  di latar (halaman) rumahnya, dan  sholat  di kamar rumahnya lebih afdhol daripada sholat di dalam rumahnya.

 

Sebagai   lagi   telah   bertanya Rosullulloh    Sallollohu    ’Alaihi Wasallam kepada anaknya Siti Fatimah Rodiallohu  ’Anha,  ”Betapakah   hal yang baik pada perempuan ya  Fatimah ?”,  maka jawab Siti Fatimah  ”Bahwa hal yang baik pada seorang perempuan yaitu  yang  ia tiada  melihat  pada lelaki  lain, dan orang lelaki itu tiada dapat melihat kepadanya”,

maka Rosullulloh    Sallollohu    ’Alaihi Wasallam  sangat bersuka  cita  hati mendengar perkataan  ananda   Siti Fatimah,  ia lalu mencium  kepalanya serta berkata :”Zurriyata ba’dhuha min ba’dhin”

Artinya :Inilah  turunan yang  mulia  dari asal yang mulia.

 

  1. Sifat  kebajikan bagi seorang perempuan yang mendapat keredho’an Tuhan ‘Azza Wajalla yaitu perempuan  yang  tiada  suka  banyak permintaan  dari perhiasan   dunia, daripada pakaian, dan perabot  rumah tangga yang berlebih-lebihan, maka sebagaimana  yang  ada  padanya   ia bersyukur kepada  Alloh Subhanahu Wata’ala, sebab bahwasanya kebesaran dunia  dan perhiasannya  itu telah dibenci oleh Alloh Subhanahu Wata’ala halalnya, apalagi haramnya.

 

Sabda Nabi  Sallollohu   ’Alaihi Wasallam  :

Hakkudunia ada  qodarnya pada Alloh Ta’ala sekalipun  sekedar sayap nyamuk besarnya, niscaya tiada dikasih   orang  kafir  akan   minum seceguk  airnya,dari karena  dunia ini tiada qodarnya pada Alloh Ta’ala maka   dijadikannya dunia sebagai surga bagi orang2 kafir.

Adapun bagi orang mu’min kesenangan yang sempurna dan kerajaan besar maka yaitu Insya Alloh  Ta’ala  di dalam  syurganya dengan segala  nikmatnya yang kekal selama-lamanya

Adapun  yang  sesungguhnya  dunia ini  adalah tempat  beramal  sholeh, maka bukan untuk tempat  bersenang-senang,  maka dari  itu  Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam   suka meninggalkan  keenakan  dunia   ini, demikian   pula anak-istrinya dan sahabatnya,    masing-masing    suka memadai  barang  yang amat  sedikit dari  hal makanan atau  hal  pakaian atau perabot rumah tangganya.

 

Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Maa syabi’a aa-lu muhammadin min hubzisy-sya’iri salasata ayyamin”

Artinya :

Pernah  tiada   merasa   kenyang keluarga  Nabi  Muhammad  Sallollohu ‘Alaihi Wasallam dari  roti  gandum selama tiga hari berturut-turut.

 

Setengah riwayat mengatakan bahwa terkadang dua-tiga hari tiada  kelihatannya Asfi, orang yang memasak di rumah Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam, melainkan makan  seadanya saja yang ada di rumah seperti kurma dan air.

 

Begitulah  kelakuan   Rosullulloh Sallollohu  ’Alaihi  Wasallam   yang senantiasa, jika ia masuk kerumahnya kalau  ada suatu makanan lalu  dimakan, dan kalau tiada, ia tiada minta dari  istrinya, lalu terus puasa  di hari itu juga.

 

Kata Siti Aisyah Rodiallohu ‘Anha (Istri Nabi) :

“Kanat  dhoja’u Rosullulloh  Sallollohu ‘Alaihi Wasallam,  Allazi yanamu  ’alaihi wisadatun   min adamin hasy-wuha lifan”

Artinya :

Adalah di tempat tidur Rosululloh Sallollohu  ’Alaihi  Wasallam  suatu bantal dibuat dari kulit yang isinya daripada sambuk korma.

 

Sebagai lagi ada pada suatu  hari Rosullulloh    Sallollohu    ’Alaihi Wasallam datang ke rumah Siti  Fatimah,  didapati  ia  lagi  menggiling gandum  dengan memakai  baju yang dibuat  dari bulu onta, hati  Rosullulloh  Sallollohu ‘Alaihi Wasallam menjadi sedih  melihat   kemiskinan Siti  Fatimah itu, serta  berkata  : Hai anakku Fatimah, sabarlah  engkau atas merasai sedikit pahit kehidupan dunia, karena sesungguhnya mendapat keenakan   yang  banyak  adalah   di akhirat  yang kekal  selama-lamanya,

 

maka  di waktu itu  turunlah  Firman Alloh Ta’ala sbb :

“Walasaufa    yu’thika    robbuka fatardhoo”.

Artinya :

Bahwa sesungguhnya  nanti   akan diberikan kepadamu ya Muhammad  oleh Tuhanmu segala kemuliaan di akhirat, niscaya engkau akan redho’ dan  suka hati engkau dan anak buah engkau.

 

Sebagai  lagi  dimisalkan   orang yang beriman pada hari kemudian  dan ia sabar atas kemiskinan dunia serta beramal   sholeh  dengan   mengharap supaya dapat keredho’an Tuhan, dapat kesenangan syurga dan segala nikmatnya, maka adalah ia seperti  seorang perempuan  yang lagi bikin  kue  dan membersihkan  perabot rumah  tangga karena menghadapi hari lebaran, maka engkau  dapat lihat sebelum lebaran itu  bagaimana  ia cape’nya  dengan memakai baju terburu-buru tiada meriaskan  badan  dan  bajunya karena arang atau abu dapur.

Semua itu dengan sabar  dilakukan karena  sedikit  hari lagi  ia  akan dapat merasakan  kesenangan dihari raya  lebaran dengan  pakaian  bagus dan makanan yang lezat.

Maka  inilah misalnya orang  yang beriman didalam sabarnya atas kemiskinan dunia, karena mengharap  keredho’an  Alloh Ta’ala dan  kenikmatan syurga.

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: