//
you're reading...
Uncategorized

Nilai Assalamu'alaikum

Orang-orang Jahil mengatakan, salam pergaulan itu cukup dengan mengucapkan “Selamat Pagi”, “Selamat Siang” dan “Selamat Malam”. Sedangkan ucapkan “Assalamu’alaikum” itu adalah ucapan yang ketinggalan zaman dan kearab-araban. Jalan pemikiran Jahil seperti ini telah dirasuki oleh syaitan, karena Allah SWT telah mengingatkan manusia, bahwa syaitan selalu membisikan keingkarankepada pengikut mereka, membantah kebenran Islam. Firman Allah :
“Sesungguhnya syaitan itu membisikan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu….” [QS 6 : 121]
Padahal kalau kita perhatikan pengarahan Al Quran dan SUnnah NAbi SAW, ternyata Assalamu’alikum itu memiliki nilai Aqidah, Syari’ah dan Akhlaq yang mulia.

Kontak pertama Manusia
Tatkala Adam as sempurna menjadi manusia, Allah SWT memerintahkan untuk menemui para malaikat yang duduk memandang kearahnya. Allah SWT memerintahkan Adam as. Untuk mengucapkan “Assalamu’alaikum” sebagai kontak pertama manusia dengan makhluk lainnya diluar dirinya.

Ucapan Assalamu’alaikum telah diarahkan Allah sejak manusia dini, sejak Adam as. masih sendiri dan sebagai jawabannya para malaikat telah mengucapkan salam itu, bahkan lebih bagus lagi yaitu : “Wa’aalikumsalam waramatullah”

Bibit Cinta
Rasulullah SAW didalam riwayat Bukhari Muslim menyatakan : “Bahwa seorang muslim tidak akan masuk sorga tanpa iman, dan seorang muslim tidak termasuk beriman kalau tidak saling mencintai. Maka untuk dapat saling mencintai sebarkanlah salam diantara kita”

Dengan membiasakan memberikan salam kepada sesame muslim, Rasulullah SAW telah menjanjikan tumbuhnya rasa saling mencintai diantara sesame muslim. Dan hal ini telah terbukti di zamannya, Allah menggambarkan manusia bersama Rasulullah SAW adalah manusia yang saling mengasihi dan mencintai sesame [QS. 48 : 29]

Pengarahan Al Quran
Alquran telah memberikan pengarahan khusus tentang salam ini. Didalam Surat An Nuur ayat 27, Allah melarang memasuki rumah orang lain meminta izin penghuninya dan memberi salam. Larangan memasuki rumah orang lain tanpa izin dan salam itu, telah ditegaskan lagi oleh Nabi SAW, bahwa kalau sudah sampai tiga kali mengucapkan salam dan tidak dijawab oleh yang empunya, maka kita harus meninggalkan rumah itu. Demikian pula hallnya seseorang yang ingin memasuki rumahnya sendiri. Firman Allah :
“….Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya” [QS 24 : 61]

Dan pada surat An NIsa ayat 8, Allah memerintahkan menjawab salam itu dengan sebaik-baiknya ataupun dengan sepadan dengan pemberiaan ucapan salam itu.

Pengarahan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memberi salam lebih dahulu bila bertemu dengan seseorang, baik yang beliau temui itu anak-anak, wanita maupun dewasa. Dalam riwayat Muttafaq’alaihi berasal dari Anas bin Malik, ia menyebutkan, ia melewati anak-anak lalu memberi salam, karena adalah Rasulullah SAW berbuat demikian. Dari Amma’ binti Yazid, Riawayat Abu Daud dan Tirmizi, bahwa ia dan serombongan wanita lainnya dilewati Nabi SAW lalu beliau memberi salam kepada mereka.

Dalam keadaan berwudhu dan di toilet, Nabi SAW tidak pernah menjawab salam, tidak ingin berkata-kata dan kalau ada juga memberi salam, baru akan beliau jawab sesudah selesainya.

Dalam keadaan bercampur baur antara kaum muslimin dan kafir, beliau tetap memberi salam. Dan tidak hanya kepada orang yang hidup tapi juga kepada yang telah wafat. Bila melewati atau memasuki kuburan beliau mengucapkan “Assalamu’alaikum ahladdiyar minal mukminina wal muslimin…” atau “Assalamu’alaikum ya ahlal qubur, yaghfirullaha lana wa lakum antum salafuna wa nahnu bilatsar”

Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslimin untuk menyebarkan salam, karena itu menumbuhkan rasa cinta. Tetapi jangan memberi salam kepada orang kafir dan bila mereka memberi salam jawablah dengan “alaikum”. MAsuk rumah memberi salam kepada keluarga begitu pula ketika meninggalkan mereka. Dan salam pertemuan tidaklah lebih utama dari salam perpisahan.

Masih Ragu Mengucapkannya ?

:: mfirmanshah :: dari berbagai sumber

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: