//
you're reading...
Renungan, Wanita

Wanita Dimataku

Wanita adalah makhluk terindah yang Allah ciptakan. Dalam setiap diri wanita terdapat keindahan-keindahan yang Allah titipkan sebagai daya tarik bagi kaum Adam. Secara kodrati mereka sungguh luar biasa, sangat kuat namun disisi lain sangat lemah. Luar biasa karena setiap ucapan mereka dapat memberi semangat yang luar biasa laki-laki atau malah dapat menekuk lutut laki-laki dan membuat laki-laki menghamba padanya. Memang sangat berlebihan dirasa, tapi sejarah membuktikan banyak laki-laki yang tadinya hebat dan garang justru menunduk dan patuh terhadapa wanita. Bahkan fir’aun dan kerajaannya hancur karena menuruti kehendak wanita.

Memang sungguh sangat besar pengaruh wanita, namun sehebat apapun wanita seharusnya ia tetap tunduk dan patuh kepada laki-laki. Karena sudah jelas bahwa wanita adalah makmum bagi laki-laki dan laki-laki adalah imam bagi wanita. Dalam sajak jawa, ada kata mutiara yang mengibaratkan wanita sebagai makmum laki-laki yaitu “sewargo nunut, neroko katut”. Memang ini hanya sekedar kata-kata, tapi makna yang terkadung sangatlah dalam.

Bagi diriku sendiri wanita adalah pelengkap kebahagian, penyempurna kehidupan dan selimut hati kala gelisah. Tiada lengkap seseorang diantara kaum hawa tanpa pendamping hidup yang selalu ada disisinya kala ia mengharapkan dekapan hangat, ciuman mesra dan kasih sayang. Walau ia telah bergelimang harta hingga tiada lagi dapat menghitungnya tapi tanpa wanita disisinya semua itu menjadi hampa. Mereka akan rela kehilangan itu semua tapi tidak akan rela jika wanita yang ia cinta direbut dari sisinya. Itu menunjukan betapa berartinya seorang wanita dimata seorang laki-laki.

Dalam kehidupanku sendiri, banyak dipengaruhi oleh wanita-wanita yang berada disekitarku. Entah itu keluargaku, temanku, sahabatku, ataupun musuhku. Mereka sangat berarti dalam kehidupanku, memberi warna kehidupanku, dan membuat kehidupan ini menjadi berarti. Tanpa mereka kehidupan akan terasa hampa, tiada motivasi kala ku terjatuh, tiada kasih sayang kala ku menangis dan tak ada yang mengingatkanku kala ku lupa. Terima kasih wanita-wanita dalam hidupku, you are the best!!!

Betapapun buruk mereka, wanita tetaplah sosok ibu bagi kita. Dari sebelum kita lahir kita sudah menyusahkan mereka, kita membuat mereka dengan terpaksa membawa kita kemana mereka pergi, memakan apa yang mereka makan dan hampir membunuh mereka saat kita dilahirkan. Tidak habis sampai disitu saja, ketika kita telah lahir kita meminta kasih sayang mereka, perhatian mereka dan waktu berharga mereka. Itu semua tiada kita mampu membalasnya, hanya do’a dan bakti yang sedikit yang dapat kita lakukan buat mereka, wanita.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa nantinya kita juga akan membutuhkan wanita sebagai sahabat dalam kehidupan. Entah dalam waktu dekat ataupun masih lama tapi itu suatu saat akan terjadi. Karena memang dengan merekalah akan menjadi lestari keturunan kita, akan tetap ada penerus bagi kita dan akan tetap ada silsilah keluarga kita. Semua itu tidak dapat berjalan dan terlaksana tanpa adanya andil dari seorang wanita.

Namun sangat disayangkan, sekarang ini sudah sedikit wanita yang menghargai kedudukan mereka yang sangat vital dalam kehidupan, tidak dapat menghargai diri mereka sendiri dan mengumbar keindahan tubuh mereka kepada yang tidak berhak menikmatinya. Sudah sangat jarang ditemukan wanita yang menghargai kesakralan sebuah keprawanan, keindahan sebuah kesucian dan kemewahan keindahan tubuh mereka. Mereka inilah yang mengumbar diri mereka, menebarkan keindahan mereka untuk harga yang sangat murah bahkan gratis, bahkan tidak lagi menghargai arti sebuah kesucian. Mereka inilah yang membuat rendah wanita dimata laki-laki, yang menjatuhkan wanita kelembah pelecehan dan membenamkan mereka dalam ketidak-adilan.

Dengan berdalih demi keindahan, untuk seni dan demi menarik dimata lawan jenis, mereka membuat rendah diri mereka sendiri, dan membuat mereka tidak lagi dihargai. Padahal tanpa mereka perlihatkan keindahan dalam diri merekapun pastilah tertarik laki-laki dengan mereka karena memang itu sudah kodrati. Tanpa mengumbar auratpun seorang laki-laki mampu bertekuk lutut dengan mereka. Sehingga alasan-alasan itu tidaklah masuk diakal, selain hanya merendahkan derajat mereka.

Banyak sekali kasus-kasus pelecehan yang korbannya wanita adalah mereka-mereka yang tidak menutup auratnya, memperlihatkan keindahan tubuhnya dan mengumbarkan syahwatnya kepada kaum hawa. Dan jarang sekali kejadian pelecehan itu terjadi kepada mereka yang menutup auratnya, menyembunyikan keindahan-keindahan yang tiada hak dilihat khalayak rame dan mereka yang menghargai kesucian dirinya.

Semoga tulisan ini dapat membuat anda-anda terutama saudaraku kaum hawa agar lebih menghargai titipan Tuhan Azza wal jalla dalam diri mereka. Dan agar tetap menjaga kerahasian demi surprise-surprise indah dimalam pertama yang lebih hak. Afwan jika tidak berkenan, Allahu’alam bishshowaf

by : Muhammad Surya Ikhsanudin

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: