//
you're reading...
Uncategorized

k'nikmatan dunia tak s'banding dgn k'nikmatan akhirat '''

Allah berfirman dalam QS Al Mukminun : 114 : “Tidaklah kamu tinggal (di dunia) melainkan sebentar saja, jikalau kamu mengetahui”

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (Q.S. Al An’am : 32)

Dunia ini ibarat mata koin yang memiliki dua sisi yang bertolak belakang yaitu sisi yang menyenangkan dan sisi yang menyedihkan. Sesuatu yang menyenangkan adalah ketika kita mendapatkan kenikmatan, segala keinginan tercapai, jalan-jalan ketempat wisata apalagi ke luar negeri terasa menjadi indah bagaikan menjadi raja dalam sekejap. Sedangkan kesedihan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, membuat pikiran gelisah, rasa bersalah, terhimpit kekurangan pangan, terancam kenyamanan dan keamanan diri, melihat sesuatu yang tidak disukai dsb. Tidak sedikit orang yang dikaruniakan nikmat rizki berupa kekayaan, dan jabatan serta nikmat sehat berupa kesehatan yang prima tetapi merasa sempit hati karena dengki melihat teman atau tetangganya mendapatkan nikmat.

Sebesar apa pun nikmat yang diberikan Allah kepada kita, nikmat itu tidak akan pernah cukup kalau hati kita tidak diliputi rasa syukur kepada Sang Maha Pemberi Rahmat. Kelak keindahan dan kenikmatan dunia ini akan sirna dari ingatan kita ketika kita masuk ke alam kematian menuju kampung akhirat.

Orang cenderung senang jika memperoleh apa yang tidak terlewatkan darinya dan bersedih akan sesuatu yang terlewatkan darinya yang tidak diperolehnya. Maka, jika dapat kepadamu sesuatu dari dunia, janganlah engkau terlalu bahagia. Dan jika tidak mendapatkan sesuatu dari dunia itu, janganlah engkau terlalu bersedih karenanya. Hendaknya yang menjadi perhatian utamamu adalah apa yang akan terjadi setelah kematian.

Allah SWT jg berfirman dalam QS Al-A’laa: 17 “Sedangkan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal”.

Kira-kira apa yang terjadi kalau kita tawarkan suatu pilihan kepada anak umur 2 tahun untuk memilih ice cone atau uang 1 milyar, hampir dapat dipastikan anak tersebut akan memilih ice cone, mengapa demikian? padahal uang 1 milyar jauh lebih berharga dari ice cone? Hal itu disebabkan karena seorang anak kecil hanya bisa melihat dan tergiur untuk merasakan kenikmatan ice cone daripada uang 1 milyar, meski tiap kali orang tuanya berteriak-teriak serta meminta si anak kecil untuk memilih uang 1 milyar, akan percuma karena di tidak tahu meski sering orang tuanya mengingatkan.

Pecinta dunia mencurahkan seluruh potensi, waktu, tenaga dan seluruh daya upanya dikerahkan untuk mendapatkan sekadar “ice cone”, si nikmat sesaat, yang kalau diminum makin lama makin terasa haus, begitulah perumpamaan untuk pecinta dunia.
Apalagi orang yang menggadaikan imannya untuk lebih memilih urusan dunia daripada panggilan sholat, sungguh menyedihkan padahal akhirat itu tidaklah sebanding dengan dunia dan segala isinya.

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: