//
you're reading...
Uncategorized

Semua Amal Tergantung Niatnya

ﺒﺴﻡ ﺍﻟﻟﻪ ﺍﻠﺭﺤﻤﻥ ﺍﻠﺭﺤﻴﻡ

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari Muslim)

Syarah – – – – – – –

Hadits ini telah di sepakati keshahihannya, juga telah disepakati agungnya kedudukan hadits ini dalam Islam. Hadist ini sangat banyak faedahnya. Di riwayatkan oleh Abu Abdillah al Bukhari dalam banyak tempat di kitabnya, dan Imam Abul Hasan Muslim bin Hajjaj meriwayatkan di akhir kitabul Jihad. Hadits ini merupakan salah satu sumber ajaran Islam.

Imam Syafi’i dan Imam Ahmad berkata: “Telah ada dalam hadits ini sepertiga ilmu, ucapan ini di riwayatkan oleh Bukhari dan lainnya, sebabnya dikatakan demikian karena perbuatan hamba terjadi dengan hati, lisan dan anggota badannya. Dan niat adalah salah satu dari tiga bagian ini. Juga telah di riwayatkan bahwa Imam Syafi’i pernah berkata: ” Hadits ini masuk dalam tujuh puluh bab masalah fiqih”. sekelompok ulama ada yang berkata: ” Hadits ini sepertiga ilmu”.

 

Para ulama juga menganjurkan agar memulai karangan-karangan dengan hadits ini, diantara ulama yang memulai kitabnya dengan hadits ini adalah Imam Abu Abdillah Al Bukhari. Abdurrahman bin Mahdi berkata: “Semua pengarang buku hendaknya memulai kitabnya dengan hadits ini, untuk mengingatkan thalibul ilmi agar membenarkan niatnya.

Hadits ini jika dilihat dari akhir sanadnya adalah masyhur, tapi jika dilihat dari awal sanadnya adalah hadits gharib, karena tidak ada yang meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kecuali Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, tidak ada yang meriwayatkan dari Umar kecuali Alqomah bin Abi Waqash, dan tidak ada yang meriwayatkan dari Alqomah kecuali Muhammad bin Ibrahim Attaimi, dan tidak ada yang meriwayatkan dari Muhammad bin Ibrahim kecuali Yahya bin Sa’d Al Anshori. Kemudian setelah itu menjadi masyhur di riwayatkan oleh lebih dari dua ratus orang dan sebagian besar mereka adalah imam.

Lafazh innamaa untuk hashr (pembatasan): menetapkan yang disebutkan dalam konteks hadits dan menafikan yang selainnya, lafazh ini sebagai pembatas yang mutlak dan kadang sebagai pembatas yang khusus, hal ini di pahami dengan adanya qorinah, seperti firman Allah: innamaa anta mundziruEngkau hanyalah seorang pemberi peringatan” (An Nazi’at:45).

Zhahir ayat ini menunjukkan pembatasan tugas Rasulullah hanya sebagai pemberi peringatan, padahal Rasulullah sifatnya tidaklah terbatas itu saja, bahkan dia mempunyai sifat yang banyak dan bagus, seperti pembawa kabar gembira dan lainnya. Demikianlah pula firman Allah Ta’ala: innamalhayaatuddunyaa lahwun wa la’ibunkehidupan dunia hanyalah permainan dan sia-sia.”

Zhahir ayat – wallahu a’lam- pembatasan jika dilihat dari pengaruhnya, adapun jika dilihat dari hakikat dunia itu sendiri, kadang dunia menjadi sebab satu kebaikan, ayat ini hanya menunjukkan pengaruh dunia terhadap mayoritas manusia.

Jika ada lafazh innamaa perhatikanlah, apabila konteks dan maksud pembicaraan menunjukkan pembatasan yang khusus katakanlah demikian, jika tidak maknakanlah dengan pembatasan yang mutlak. Diantaranya sabda Rasulullah: “amalan itu tergantung niatnya” yang di maksud amalan dalam hadits ini adalah amalan syari’ah.

Maknanya: amalan tidak teranggap jika tanpa niat, seperti wudhu, mandi, tayammum demikian pula sholat, zakat, puasa, haji, i’tikaf, dan seluruh ibadah, adapun menghilangkan najis tidak butuh kepada niat karena itu termasuk tark, dan bab tark tidak butuh pada niat. Ada juga sekelompok ulama berpendapat sahnya wudhu dan mandi tanpa niat.

Dalam sabda Rasulullah: “Amalan itu tergantung niat” ada kata yang mahdzuf (di hilangkan) para ulama ikhtilaf dalam menentukan lafazh yang mahdzuf, ulama yang mensyaratkan niat dalam ibadah menyatakan: “Sahnya amalan itu dengan niat“, ulama yang tidak mensyaratkan niat menyatakan: “sesungguhnya sempurna tidaknya amalan itu tergantung niat“.

Sabda beliau: “Sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan” Al khattabi berkata: “kalimat ini memberikan makna khusus berbeda dengan kalimat yang pertama yaitu menentukan amalan dengan niat. Syaikh Muhyidin menyebutkan faedah yang ia sebutkan: “Bahwasanya menentukan amalan dengan niat adalah syarat, kalau seseorang mempunyai kewajiban sholat qodha, dia tidak cukup meniatkan sholat yang terluput, tapi disyaratkan untuk menentukan apakah sholat tersebut sholat zhuhur atau ashar atau selain keduanya. Kalau tidak ada kalimat kedua (yakni: Sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan) maka kalimat pertama hanya menunjukkan bahwa sahnya amalan itu dengan niat tanpa mewajibkan untuk menentukan niat, atau akan mengesankan demikian, wallahu a’lam.

Sabdanya: “Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya“, yang telah disepakati oleh ahli bahasa arab: syarat dan jaza (syarat dan jawab) serta mubtada dan khabar haruslah beda, akan tetapi dalam hadits ini antara syarat dan jaza tidak berbeda. Jawabnya adalah: “Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya” dalam niat dan tujuannya “Maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya” dalam hukum dan syari’at.

Hadits ini teriwayatkan karena ada sebab, para ulama menukilkan bahwa ada seorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah untuk menikahi seorang wanita yang bernama Ummu Qois, dia tidak menginginkan keutamaan hijrah, hingga iapun di juluki “muhajir ummu Qois”* -wallahu a’lam-**

———————————————————-

* Ibnu Rajab menyatakan dalam kitabnya ‘Jami’ul Ulum wal Hikam’: “Telah masyhur bahwa kisah muhajir ummu qois adalah sebab diucapkannya hadits: “Barang siapa hijrahnya untuk dunia yang ia dapatkan atau wanita yang ingin ia nikahi …” banyak orang mutaakhirin yang menyebutkan hal ini dalam kitab-kitab mereka, tapi kami tidak dapatkan keterangan ini dalam sanad yang shahih,” wallahu a’lam.

Syaikh Salim berkata: “Inilah yang benar, Al Hafizh telah menegaskan dalam kitabnya “Fathul Bari I/10″: “(Walaupun hadits muhajir ummu qois shahih) tapi tidak ada keterangn hadits “innamal a’malu binniyat” disebabkan oleh kejadian (hadits) tersebut, aku tidak temukan sedikitpun dalam banyak sanad hadits ini yang menegaskan hal tersebut.” (Dinukil dari kitab ‘Iqodhul Himmam hal 37-pent).

** Faedah (fiqih) hadits ini diantaranya:

  1. Harusnya berniat dalam seluruh amalan.
  2. Niat tempatnya di hati bukan di lisan menurut kesepakatan muslimin, dalam seluruh ibadah bersuci, sholat, zakat, puasa, haji, membebaskan budak, jihad dan lainnya, melafazhkan niat adalah bid’ah, telah keliru orang yang membolehkan mengucapkan niat ketika haji dan lainnya, karena mereka tidak bisa membedakan antara niat dan talbiyah.
  3. Amalan shalih terwujud dengan niat yang shalih, tapi niat yang baik tidak bisa menjadikan perkara mungkar menjadi baik atau perkara bid’ah menjadi sunnah, betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mencapainya.
  4. Ikhlas untuk Allah adalah syarat di terimanya amal, karena Allah tidak menerima amalan kecuali yang paling murni dan benar, yang paling murni adalah yang di tujukan hanya untuk Allah dan yang paling benar dan adalah yang sesuai dengan sunnah yang shahih. (Di sarikan dari kitab “Bahjatun nazhirin syarah Riyadhus Shalihin: 1.31-32).

– – –

di tulis ulang dari kitab:

Syarah Arba’in An Nawawi, penulis: Ibnu Daqiqil ‘Ied, penerjemah: Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak Ata, penerbit: al Mubarak Dzul qo’dah 1420 H.

 

mazboi.wordpress.com/2007/04/06/hadits-pertama-semua-amal-tergantung-niatnya/

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: