//
you're reading...
Aqidah

Tentang Takdir

Pemahaman kita tentang takdir seharusnya mendapatkan perhatian yang cukup. Pemahaman yang benar tentang hal ini akan membawa kita kepada penyikapan yang benar tentang amal. Sebagian orang memiliki faham yang ekstrim fatalis : meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia terjadi atas kehendak Allah. Makhluk, dalam hal ini manusia tidak memiliki pilihan untuk berbuat atau tidak berbuat, karena meyakini semuanya telah Allah “paksakan” atas makhluknya. Perbuatan jahat dan baik semuanya terjadi atas kehendak Allah. Lalu apa esensi dari Pahala dan Dosa, Surga dan Neraka? Tidak ada! Karena semuanya telah Allah tentukan.

Ini sisi ekstrem pertama. Di seberangnya ada pemahaman ekstrem pula yang meyakini bahwa manusia memiliki kekuasaan mutlak untuk menentukan nasib baik dan buruknya. Allah “berlepas tangan” terhadap kehendak dan perjalanan hidup manusia. Bagaimana seharusnya kita menyikapi kedua pemahaman ekstrem ini?

 

Yang benar, insya Allah adalah pemahaman diantara keduanya.

Ada 2 jenis takdir :

1. Taqdir yang bersifat mutlak dari Allah

Taqdir yang bersifat mutlak ini adalah hak Allah dalam penentuannya, tidak ada sedikitpun ikhtiar manusia yang mampu merubahnya. Manusia tidak bisa memilih jenis kelaminnya, ia terlahir dari ibu yang mana, suku apa, terlahir dalam kondisi cacat permanen dan semacamnya. Namun ketahuilah, ketika Allah memaksakan suatu kehendak kepadanya, maka Allah tidak akan membebankan taklif hisab atas kehendak itu. Alllah tidak akan menganngap sebuah dosa apabila anak terlahir dari ibu yang seorang pelacur, misalnya. Allah juga tidak akan menganggap dosa orang yang terlahir dengan kulit hitam dan seterusnya.

2. Taqdir yang bersifat ikhtiari/pilihan

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Namun Allah berkehendak untuk menguji manusia, siapa diantara mereka yang paling baik amalnya. Bukan karena Allah tidak mampu untuk memaksakan segala kehendaknya atas manusia, sehingga Dia membiarkan manusia menentukan takdirnya sendiri, tapi justru itu karena sifat Maha Kasih Sayang dan sifat Maha Adil Allah untuk menempatkan pahala dan dosa  pada tempat yang seharusnya. Ketika Allah memberikan kesempatan manusia untuk memilih (setelah sebelumnya Ia menjelaskan melalui Kitab dan Lisan Nabi-Nya tentang konsekwensi-konsekwensi pilihaan itu), maka disinilah letak Maha Adilnya Allah untuk memberikan ganjaran pahala dan dosa

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: