//
you're reading...
Uncategorized

Makna Surat Al-Fatihah

Surat Al Fatihah adalah surat yang paling sering dibaca oleh kaum muslimin, minimal dalam sehari 17 kali sebanyak rekaat sholat wajibnya. Namun kiranya hanya sedikit dari kaum muslimin yang mengetahui ma’na sekaligus faedah-faedah… didalamnya…”maksudnya bacalah al Fatihah, serta amalan menyimpang lainnya. Pada kesempatan ini, lewat tulisan yang ringkas ini kita akan berusaha mengupas diantara faedah dari Surat Al-Fatihah. Artikel ini merujuk pada Tafsir Surat Al-Fatihah oleh Syaikh Al Alamah Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin-rahimahullah- dari kitab beliau Tafsir Juz Amma. Al Qur’an adalah tali-Nya yang kuat dan jalan-Nya yang lurus. Allah berfirman dalam QS Al Ma’idah 15-16 : قَدْ جَاءكُم مِّنَ اللّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ. يَهْدِي بِهِ اللّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلاَمِ “..Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan..” Kitab yang menjelaskan segala sesuatu sebagaimana FirmaNya : وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَاناً لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ “Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (An Nahl 89) Allah menurunkan Al Qur’an dan memerintakan kita berkaitan dengannya beberapa perkara : 1. Beribadah dengan membacanya. 2. Mentadaburi ma’na-ma’nanya. 3. Menjadikannya sebagai nasehat Adalah hal yang tidak mungkin bagi seseorang untuk mengambil pelajaran dari al Qur’an kecuali dengan mengatahui maknanya. Untuk itu seyogyanya kita berusaha mengetahui arti serta makna yang terkandung didalam al Qur’an dengan ilmu dan penuh keyakinan. Jangan samapai kita hanya membacanya namun tidak mengetahui arti serta maknanya sehingga dalam memahaminya hanya sekedar perkiraan atau persangkaan semata. Allah berfirman : وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لاَ يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلاَّ أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَظُنُّونَ “Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga .”(Al Baqoroh 78) Tentang surat Al Fatihah : Surat ini disebut dengan surat Al Fatihah karena al Qur’an dimulai dengannya . Ada juga yang mengatakan karena ia surat yang pertama kali diturunkan secara sempurna. Surat ini mengandung sebagian besar makna al Qur’an dalam masalah aqidah, tauhid, hukum, penjelasan balasan amalan, jalan yang ditempuh manusia dan masalah yang lainya untuk itu surat ini disebut dengan Ummul Qur’an. Ayat yang pertama*: <span>بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ</span> “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. (Al Fatihah 1) Faedah dari ayat ini : 1. Tabaruk (mengharapkan berkah) dengan mendahulukan penyebutan nama Allah. Sehingga sebagaimana yang kita ketahui banyak diantara do’a-do’a yang diajarkan rosulullah mengandung/ didahului lafadz basmalah sebagaimana do’an sebelum makan, sebelum wudhu, saat masuk maupun keluar rumah, saat menyembelih dan pada beberapa hal lainya. Rosulullah berkata pada seorang anak kecil saat hendak makan: “wahai anak sebutlah nama Allah makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari yang terdekat darimu..” 2. Berfaedah pembatasan, yaitu membatasi hanya dengan nama Allahlah kita melakukan suatu perkerjaan. Misalkan saat makan dengan sebelumnya membaca bismillah hal ini seolah-olah anda mengatkan “Saya tidak makan dengan nama seorang pun yang saya harapkan berkah dan pertolongannya kecuali nama Allah” Ayat yang kedua: الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Al Fatihah 2) Firman Allah “الْحَمْدُ” adalah sifat bagi yang dipuji dengan kesempurnaan disertai rasa cinta dan pengagungan. Kesempurnaan pada zat, sifat, dan perbuatan. Faedah dari ayat ini : 1. Penetapan adanya pujian yang sempurna bagi Allah. 2. Allah berhak secara khusus pujian dari segala sisi. Oleh karena itu saat mendapat sesuatu yang menyenangkan Rosulullah berdo’a : Alhamdulillahilladzii bini’matihi tatimmush shalihaat. “Segala puji bagi Allah, dengan nikmatnya sempurna kebaikan-kebaikan.. “ Sedang saat mendapat musibah atau sesuatu yang tidak disenangi berdo’a : Alhamdulillah ‘ala kulli hal.. “ Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu..” Ayat yang ketiga: الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ “ Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al Fatihah 3) Ar Rahman maksudnya memiliki rahmat yang luas. Sedang Ar Rahim bermakna memiliki rahmat yang sampai. Faedah dari ayat ini : 1. Penetapan dua nama yang mulia yaitu arrahman dan Ar Rohim bagi Allah serta menetapkan kandugannya berupa rahman berupa sifat serta perbuatanNya. 2. Rububiyah Allah dibangun rahmat yang luas. Sehingga kita dapatkan dalam hukum-hukumnya berbagai kemudahan yang diberikan pada manusia. Ayat yang keempat: مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ “Yang menguasai di Hari Pembalasan “ (Al Fatihah 3) Lafadz ini adalah sifat dari اللهِ , ada dua cara membacanya yaitu مَلِكِ bermakna raja dan مَالِكِ bermakna pemilik. Kedua maknanya adalah benar. Faedah dari ayat ini : 1. Penetapan kerajaan bagi Allah di akhirat. Bukan berarti saat di dunia tidak demikian,kerajaan Allah meliputi dunia dan akhirat. Namun sebagaimana yang kita ketahui di dunia ini sebagian manusia lalai dari mengakui kerajaan-Nya namun tidak demikian di akhirat nanti semua mengakui hanya milikNya kerajaan serta kekuasaan. 2. Hendaknya manusia beramal untuk mempersiapkan diri sebagai bekal di akhirat. Ayat yang kelima: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. “ (Al Fatihah 4) Maksudnya kami tidak memohon petolongan untuk melakukan ibadah dan selainya kecuali hanya kepada Allah Faedah dari ayat ini : 1. Mengikhaskan ibadah hanya pada Allah diambil dari lafadz ” إِيَّاكَ نَعْبُدُ” 2. Mengikhalskan permohonan pertolongan hanya kepada Allah “وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ”. isti’anah ada dua yaitu tafwidz dan musyarokah. Isti’anah tafwidz ialah bersandar kepada Allah dan berlepas diri dari kemampuan serta kekuatan selainNya. Adapun isti’ana musyarokah maknanya bersama-sama dalam hal yang ingin engkau kerjakan. Untuk jenis yang kedua ini maka tidak maengapa kita minta pertolongan pada selain Allah yang kita lihat mampu melakukannya sebagaimana Firman Allah : ..وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى .. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa..”(Al Maidah 2) Ayat yang kelima: اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ “ Tunjukilah kami jalan yang lurus.”(Al Fatihah 5) Yang dimaksud shirat adalah jalan, sedang yang dimaksud hidayah disini adalah irsyad (petunjuk) maupun taufiq. Jadi dengan ucapan ini kita memohon kepada Allah hidayah berupa irsyad dan taufiq yang makannya kita memohon ilmu yang bermanfaat dan amal shalih dengan taufiqNya. Faedah dari ayat ini : 1. Perlunya berlindung kepada Allah setelah beribadah. Ayat sebelumnya berkaitan tentang ibadah sedang ayat ini memberi tuntunan agar kita memohon hidayahnya agar tetap dijalan yang lurus saat beribadah. 2. Jalan itu terbagi menjadi dua jalan yang lurus dan bengkok. Hendaknya kita senantiasa hati agar tetap diatas jalan yang lurus dan terhidar dari jalan yang bengkok. Ayat yang ketujuh: صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ ا
مَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Al Fatihah 7) Lafadz ini adalah athof bayan (penjelas)dari ayat sebelumnya yang menjelaskan lebih rinci hakekat dari jalan yang lurus yang kita minta. Yang dimaksud dengan dengan orang-orang yang diberi nikmat disebutkan oleh Allah dalam firmanNya: وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً “Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. “(An Nisa’ 69) Sedang yang dimaksud “المَغضُوبِ” adalah orang yahudi dan siapa saja yang mengetahui kebenaran namun tidak melaksankan atau bahkan mengingkarinya. Sedang yang dimaksud ” الضَّالِّين” adalah orang nashoro dan siapa saja yang mengerjakan selain kebenaran karena dia tidak mengetahuinya. Dia beramal tanpa ilmu. Adapun seorang muslim adalah orang yang berilmu dan beramal diatas ilmunya. Tidaklah dia beramal kecuali setelah memiliki ilmu atasnya dan tidaklah dia berilmu kecuali ia senantiasa berusaha untuk mengamalkannya. Faedah dari ayat ini : 1. Penyebutan yang rinci setelah global, dan ini adalah metode yang mulia dimana jiwa-jiwa jika dating sesuatu yang global ia akan menunggu rincian serta penjelasannya. 2. Penyandaran nikmat hanya kepada Allah. 3. Terbaginya manusia menjadi 3 golongan 4. Didahulukan golongan yang parah terlebih dahulu yaitu orang yang dimurkai (yahudi)karena mereka yang paling besar penyelisihanya dibanding orang-orang yang sesat. Orang yang menyelisihi dalam keadaan mengetahui lebih sulit untuk bertaubat/menerima kebenaran dibanding orang yang menyelisihi dalam keadaan tidak mengetahui.

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: