//
you're reading...
Uncategorized

Cabang-cabang Iman

Rasulullah saw bersabda:“Iman itu tujuh puluh lebih cabangnya, yang paling utama adalah ucapan “Laa ilaaha Illallaah” (tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah) dan yang terrendah adalah menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan, malu itu merupakan cabang dari keimanan.”

Berikut ini kami tuliskan cabang-cabang iman dengan menukil dari syu’abil Iman dan mengikuti pola pengarang Al Imam Al Baihaqi secara ringkas.

Cabang-cabang Keimanan:

  1. Iman kepada Allah Ta’ala
  2. Iman kepada Rasul-rasul Allah
  3. Iman kepada para Malaikat
  4. Iman kepada Al Qur’an dan semua kitab suci yang diturunkan sebelumnya
  5. Iman kepada Qadar baik dan buruk bahwa semua dari Allah saw
  6. Iman kepada hari akhir
  7. Iman kepada hari kebangkitan (al Ba’ts) setelah kematian
  8. Iman akan digiringnya semua manusia setelah dibangkitkan dari kubur-kubur mereka ke suatu tempat
  9. Iman bahwa tempat kembalinya orang-orang mukmin adalah surga, dan tempat kembalinya orang-orang kafir adalah neraka.
  10. Agar selalu mencintai Allah Ta’ala
  11. Memiliki rasa takut kepada Allah Ta’ala (Khauf Minallah)
  12. Selalu penuh harap (Raja’) pada Allah Ta’ala
  13. Selalu Tawakal kepada Allah Ta’ala
  14. Selalu mencintai Nabi Muhammad saw
  15. Mengagungkan Nabi Muhammad saw, memuliakan dan menghormatinya
  16. Berpegang teguh terhadap agamanya walaupun ia rela dilempar ke dalam api ketimbang ia menjadi kafir
  17. Mencari ilmu
  18. Menyebarkan ilmu
  19. Mengagungkan Al Qur’an yang mulia dengan mempelajari dan mengajarkannya, menjaga batasan-batasan dan hukum-hukumnya
  20. Bersuci (thaharah)
  21. Menjaga shalat lima waktu
  22. Berzakat
  23. Berpuasa (ash shiyam)
  24. I’tikaf
  25. Haji
  26. Berjihad
  27. Memperkuat ikatan di jalan Allah Ta’ala
  28. Tegar dalam Menghadapi Musuh dan larangan lari dari medan pertempuranagian
  29. Seperlima dari bagian ghonimah untuk pemimpin dan sisanya untuk yang lainnya (orang yang ikut dalam perang tersebut)
  30. Memerdekakan budak karena mengharap pahala dari Allah Ta’ala
  31. Kafarat wajib untuk sebab jinayah (pembunuhan)
  32. Menepati janji
  33. Mengimani betapa banyaknya nikmat Allah Ta’ala dan kewajiban mensyukurinya
  34. Menjaga lisan dari hal yang tidak berfaedah
  35. Menjaga amanah dan kewajiban untuk menyampaikan kepada yang berhak
  36. Haram membunuh jiwa dan hukum jinayat terhadap pelakunya
  37. Menjaga kehormatan dan kesucian diri
  38. Haram mengambil harta orang lain
  39. Kewajiban berhati-hati dalam hal makanan dan minuman serta menghindari apa saja yang tidak halal baginya
  40. Diharamkan dan dimakruhkan dari jenis pakaian dan wadah (bejana)
  41. Haramnya permainan dan hiburan yang menyimpang dari syariat
  42. Seimbang dalam pemberian nafkah
  43. Meninggalkan dendanm, hasad (dengki) dan sejenisnya
  44. Haram melecehkan dan merendahkan harga diri manusia
  45. Beramal dengan ikhlash semata hanya untuk Allah Ta’ala
  46. Merasa bahagia (senang) engan berbuat kebaikan dan merasa sedih karena berbuat kejahatan
  47. Bertaubat untuk setiap melakukan perbuatan dosa
  48. Berkorban
  49. Mentaati pemimpin (ulil amri)
  50. Berpegang teguh dalam al jamaah
  51. Menetapkan hukum dengan adil di antara manusia
  52. Wajib amar ma’ruf dan nahi munkar
  53. Saling tolong menolong dala berbuat baik an ketakwaan
  54. Punya rasa malu ketika melakukan suatu perbuatan dosa
  55. Berbuat baik kepada orang tua
  56. Menyambung Silaturrahmi
  57. Akhlak yang mulia
  58. Berbuat baik kepada para budak dan pembantu
  59. Adanya hak-hak tuannya yang harus dilaksanakan oleh para budak/pembantunya
  60. Menunaikan hak-hak anak dan keluarga
  61. Mendekatkan diri kepada ahli agama dan mencintai mereka, menyebarkan salam di antara mereka, dan menjabat tangan mereka
  62. Menjawab salam
  63. Mengunjungi orang sakit
  64. Menshalati jenazah ahli kiblah
  65. Menjawab do’a orang bersin
  66. Menjauhi orang-orang kafir dan pembuat kerusakan serta bersikap tegas terhadap mereka
  67. Menghrmati tetangga
  68. Menghormati tamu
  69. Menutup aib sesama muslim
  70. Sabar dalam menghadapi musibah
  71. Zuhud dan pendek angan-angan
  72. Punya rasa cemburu dan setia
  73. Berpaling dari hal-hal yang tidak berguna
  74. Mempunyai sikap dermawan dan murah hati
  75. Kasih sayang terhadap anak kecil dan menghormati yang lebih tua
  76. Mendamaikan dua orang yang berselisih
  77. Mencintai sesama muslim sebagaimana ia mencintai dirinya dan membencinya sebagaimana ia benci pada dirinya
  78. Wajibnya seorang muslim menjaga rahasia saudaranya
  79. menjelaskan perihal orang yang selalu mencari-cari aib orang muslim
  80. Meninggalkan monopoli
  81. Musibah ain benar adanya (pandangan mata)
  82. Berbuat baik ketika melunasi hutang
  83. Menangguhkan hutang bagi orang yang kesulitan
  84. Hadits-hadits tambahan lainnya yang berhubungan dengan cabang-cabag keimanan

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: