//
you're reading...
Puisi

Diriku, Diri Ini dan Pintu Langit

Dara keakuanku mencuat

ingin tahu lahir beranak-pianak

Merayu-rayu nurani dan naluriah

Menyibak corak kemurnian fitrah

Alangkah indah gerbang dihadapku

Pernak-pernik kesenangan hati mengitariku

Harkat insani bidadari dilubuk jiwa

Melanglang buana puaskan dahaga

Setapak demi setapak kasih kujejaki

Pertanyaan2 semerbak sayang kujejali

Arungi lautan karya heharuman

Arwana cemerlang tersembul

dikasat mata fana.

Tetapi Iman meraung-raung sedih

Memanggil kembali

Mengusik keterpukauanku

Saat tertegun dialam khayal yang begitu nyata

Seribu pernyataan apik nan romantis

Seribu pertanyaan tersimpul manis

Seribu pintu bertaburan emas mengetuk hati

dimanakah jalanku?                                                                              Terbesitku berbisik

Haruskah meniti teliti titian itu?

Kuliti kabar-kabar Romansa yang

terbungkus warna-warni mimpi indah?

Tapi

Umur tak bisa diajak kompromi

Ajal tak dapat diajak kolusi

Akal tenggelam disamudra kebingungan

Pencarian sumber kemurnian manusiawi

Terlalu lama dan penat..

Tiba-tiba sosok terengah2 muncul

Bungkam suara keletihan dan kebingungan

Berteriak2 kasar dan congkak

Memanggilku ataukah mengusirku?

Engganku menyapa keangkuhannya

walau kutersentak sirat mata bening

Tegas menyeru “Jangan kau masuki pintu2 itu!”

Jiwa tetap emoh

tapi hati menggelitik

mencoba cerna kesombongannya

Mungkinkah dia tahu pintu yang benar?

Mungkinkah ada jawaban2 darinya?

Kuresapi tamatkan tujuanku..

Mungkinkah ada kemungkinan lain?

Hasrat menuntunku menujunya.

Senyuman dan canda seorang kasar tersembul?

Aneh…fikirku ketika dia menyalamiku

Begitu lembut namun tetap digaris syar’i..

Diriku bersikeras tak menghiraukannya

Diriku mematahkan hati mencoba apa yg telah kuniatkan

Spontan dia mendobrak rasa ingin tahuku hingga terjatuh

Menyibak hentakan suara merdu beracun dari gerbang itu,

Membentak beribu pernyataan dan pertanyaan

Dengan keras dan susah payah

Tiba-tiba pintu-pintu emas melepuh

Pernyataan kaya romantisme luntur

Pertanyaan tersimpul manis tercerai-berai

menyentuh naluriku menangis

Kuterduduk bersedih dibalik nanar matanya

yang tersenyum sinis..

Kuterkejut dari mimpi isak tangis

Tatkala taman-taman hilang

Pintu-pintu lenyap

Pernak-pernik daya tarik iterkubur

Menjelma hawa panas kegelapan hampa

ulat dan cacing bermunculan menyeringai

kesesatan nyata menelan khayalan Indah

sebelum kusentuh,kukais2,kumasuki..

Tetesan air mata-ku-tertawai

Kesedihan-ku-gembirai

kefanaan hampir saja menyembelit polosku

pemuda itu pahlawanku?

Penyelamat cintaku?

Dia berselimut kekasaran dan kecongkakan

Untuk mengenyahkan dara2 tak tahu malu.

Kurenangi setiap sudut alam ilmunya,selami arti dan maknanya.

Ya aku telah susuri perjuangan hakikih

Menepis berjuta angan dan khayalan sesat.

Sungguhkah dia sang alim yg bercerita.

Tapi kegundahanku belum terpuaskan..

“Wahai sang bijak..dimanakah pintu hakikih??”

“Ataukah memang tidak ada didunia ini yg namanya cinta?”

Tatapan diamnya siratkan bukan yg seperti kuduga!

“Jangan salah menyangka hai bidadari suci”

diri ini bukan alim juga bijak.

diri ini hanya pengembara

lebih dulu menyeruak alam yang baru kau masuki

Jika hatimu menatap diri ini sbagai pembawa suara langit!

Diri ini akan hilang dibalik gaungan

Ikhlas dan murni niat ini

namun jika meyakini diri ini hanya seorang sepertimu..

Marilah kepakan sayap yang pernah patah

Menuju pintu langit agar menemukan

Cinta murni dan suci dari Maha Cinta..

Jangan langkahi batas keridhoaNYA

Agar saat terbang tinggi

Terhindar badai haram, taufan syahwat saytan

dan sambaran petit-petir kemurkaanNya..

Kami berlabuh disebuah mahligai langit..tegas,kokoh dan nyata..

Mata terarah suatu pintu nan harum bercahaya

Kilauannya teduh tak menyilaukan

kami tertahan dan terpisahkan oleh

Dinding kokoh batas muhrim

Suara langitpun menyeru

“Tiada cinta suci hakikih bagi mahkluk2KU yang mulia melainkan memasuki pintu langit ini yaitu pintu nikah!”

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: