//
you're reading...
Renungan

PAMER AURAT TERNYATA BEPOTENSI GEMPA BUMI – ISLAM MEMBUKTIKANNYA

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,

Kabar berita yang nyata ini dikutip dari berita di TEMPO INTERAKTIF dan TVONE.

“Banyak wanita yang tidak berpakaian sopan .. memimpin orang muda sesat, merusak kesucian mereka dan perzinahan tersebar di masyarakat, yang (akibatnya) gempa bumi meningkat,” papar Kazem Sedighi, salah seorang ulama Iran pekan lalu, sebagimana yang dikutip media Iran.

Kata-kata ulama itu telah didukung oleh Menteri Kesejahteraan dan Jaminan Sosial Shadiq Mahsooli, yang mengatakan doa dan permohonan untuk pengampunan adalah “formula terbaik untuk mengusir gempa bumi.”

“Kita tidak bisa menciptakan sistem yang mencegah gempa bumi, tetapi Allah telah menciptakan sistem ini dan itu adalah untuk menghindari dosa, untuk berdoa, untuk mencari pengampunan, membayar zakat dan pengorbanan diri,” kata Mahsooli.

Kemudian, pada hari Senin 26 April lalu, banyak wanita memajang auratnyadi Facebook.
Para perempuan yang “dermawan” itu hanya ingin “MEMBUKTIKAN” ucapan ulama Iran tersebut.
<Berita di TEMPO INTERAKTIF, http://www.tempointeraktif.com/hg/oops/2010/04/27/brk,20100427-243460,id.html>

Lebih dari 55.000 orang memberikan dukungan resmi yang disebut sebagai “Boobquake”. Tak luput, laman milik Jennifer McCreight, yang mengaku sebagai feminis atheis sejati itu rela menyumbangkan foto auratnya. Dia mempelopori pameran aurat para wanita itu.

McCreight, yang tinggal di negara bagian Indiana, menggunakan jaringan sosial terkemuka di dunia dan layanan microblogging Twitter untuk mendapatkan dukungan dari perempuan di seluruh dunia untuk “MENGUJI” pernyataan ulama Iran tersebut.

Untuk membuktikan wasiat dari ulama saleh dari Iran itu, maka dimulailah pameran aurat di jagad maya. McCreight, mahasiswa senior di jurusan genetika, memilih blus titillating merah dipotong rendah dengan tali string untuk hari itu, dia unggah foto dirinya di blognya, blaghag.com.

“Saya mendorong peempuan skeptis lainnya untuk bergabung dengan saya dan merangkul kekuatan supranatural dari aurat mereka,” kata McCreight pada halaman Facebook Boobquake. “Atau celana pendek, kalau itu menjadi bentuk ketidaksopanan pilihan anda.”

Dan astaghfirullah al’adzim,subhan’Allah…Maha Suci Allah…
ternyata, pada hari itu juga , Senin 26 April 2010, gempa berkekuatan 6,9 skala Richter melanda satu daerah samudera utara Filipina.
<berita TVONE, http://internasional.tvone.co.id/berita/view/37549/2010/04/26/gempa_69_sr_guncang_filipina_dan_taiwan/>

Gempa ini juga terasa di seluruh Taiwan dan menggoyangkan gedung-gedung di ibukota Taiwan, Taipei. Menurut salah seorang pejabat, belum ada laporan mengenai kerusakan dan peringatan tsunami.

Pihak berwenang Filipina memperkirakan terjadi kerusakan ringan setelah gempa pukul 10:59 waktu setempat (09:59 WIB) yang melanda lepas pantai Kepulauan Batan, Filipina dan 314 km tenggara Taiwan.

Para pejabat Filipina memperingatkan penduduk di pantai itu agar waspada terhadap timbulnya gelombang pasang, kendatipun tidak mungkin menimbulkan korban atau kerusakan. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik memperkirakan tsunami-tsunami lokal di garis-garis pantai dari 100 kilometer pusat gempa mungkin terjadi.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut gempa itu berada di kedalaman 10 kilometer, sementara Biro Cuaca Pusat Taiwan mengatakan pusat gempa itu di kedalaman 20 kilometer dan tercatat berkekuatan 6.6 skala Richter menurut tingkat standar lokal.

Al-Qur’an dengan tegas menjelasakan bawa sebab utama terjadinya semua peristiwa di atas bumi ini, apakah gempa bumi, banjir, kekeringan, tsunami, penyakit tha’un (mewabah) dan sebagainya disebabkan ulah manusia itu sendiri, baik yang terkait dengan pelanggaran sistem Allah yang ada di laut dan di darat, maupun yang terkait dengan sistem nilai dan keimanan yang telah Allah tetapkan bagi hamba-Nya

Semua pelanggaran tersebut (pelanggaran sunnatullah di alam semesta dan pelanggaran syariat Allah yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul-Nya, termasuk Nabi Muhammad Saw), akan mengakibatkan kemurkaan Allah.
Kemurkaan Allah tersebut direalisasikan dengan berbagai peristiwa seperti gempa bumi, tsunami dan seterusnya.

Allah Swt berfirman;
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (jilbab)nya ke dadanya…’”
(QS. Annur:31)

Allah Swt berfirman;
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Swt Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ahzab: 59).

Allah Swt berfirman;
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(QS. Al-Ankabut / 29 : 40)

Allah Swt berfirman;
“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah”
(QS Ghafir / 40:21)

Kaum muslimim rahimakumullah… Melalui ayat-ayat Al-Qur’an tersebut jelaslah bagi kita bahwa :
Berbagai persitiwa dan bencana itu disebabkan kedurahakaan dan kesombongan manusia terhadap Allah dan syari’at Allah serta berbagai dosa-dosa yang mereka lakukan.

Orang-orang kafir, sombong dan ingkar pada Allah dan Rasul-Nya melihat berbagai peristiwa tersebut murni hanya sebagai peristiwa alam yang terlepas dari kehendak dan sekenario Allah.
Mereka tidak dapat melihatnya sebagai sebuah adzab, teguran atau cobaan.
Melainkan hanya menambah kesombongan dan kekufuran kepada Allah.
Sikap yang mereka kembangkan juga seakan melawan kehendak Allah.

Namun sayang, sepanjang perjalanan umat manusia, belum ada satupun manusia yang mampu mengalahkan dan melawan kehendak Allah, kendati Fir’aun yang begitu hebat memiliki semua kekuatan saat berkuasa, namun tenggelam juga di laut merah dan bangkainya dapat kita saksikan sekarang di sebuah museum di Mesir.
Demiakian juga dengan Negara-negara maju teknologi hari ini seperti jepang, Eropa dan Amerika.
Belum pernah mereka mampu menahan gempa bumi, tsunami dan berbagai bencana yang Allah turunkan di negeri mereka.
Semuanya lemah dan tak berdaya di hadapan kehendak Allah.

Sistem Allah terkait dengan imbalan (pahala) dan hukuman (punishment) bukan hanya terjadi di akhirat, melainkan sudah Allah terapkan sejak kita hidup di dunia.
Setiap kebaikan yang dibangun di atas dasar iman pada Allah dan ketaatan pada-Nya dan Rasul-Nya akan berakibat keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.
Sebaliknya, setiap pelanggaran sistem Allah yang terkait dengan keimanan, syari’ah, akhlak, sunnatullah dan sebagainya akn berakibat kepada tidakan Allah melalui berbagai bencana yang Allah timpakan kepada manusia.

Mari kita renungkan firman Allah Swt berikut ini :

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka menolak (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
(QS. Al-A’raf / 7 : 96 – 99)

Semoga bermanfaat bagi kita dalam menjalankan kehidupan dunia yang sementara ini. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan-Nya yang lurus, yaitu jalan para nabi, shddiqin, syhadak dan sholihin.
Wassalam

 

http://www.facebook.com/note.php?note_id=116401611722596

 

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: