//
you're reading...
Renungan

Ada Surga Dibalik Amarah


Tak jarang kita saksikan pemandangan yang sangat tragis.

Orang yang sehari-harinya berperangai alim, pintar, baik hati, dermawan, ramah dan disegani orang lain,

Tiba-tiba menjadi beringas, preman, arogan dan kata-katanya kotor ketika tidak bisa menahan emosi saat bertengkar.

Bahkan pertengkaran karena perselisihan hal yang sepele sekalipun.

“Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang keras dalam berdebat (al-alad) dan keras kepala dalam pertengkaran (al-khashim).”


Demikianlah sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Aisyah r.a dalam kitab Shahih Bukhari.

 

Al-alad adalah orang sangat keras dan sering berdebat.

Adapun al-khashim adalah orang yang membantah saudaranya dengan alasan yang batil serta tidak mau menerima kebenaran.


Demikian besar pahala yang dijanjikan bagi orang yang bisa menahan amarahnya.

Bodoh sekali jika masih ada orang yang tidak tertarik untuk meraih surga, padahal caranya cukup mudah, yaitu dengan menahan amarah…


Kiat meredam amarah ada dua:

Pertama,

tindakan pencegahan (preventif) sebelum terjadinya letusan amarah, yaitu menjauhi hal-hal yang bisa memicu amarah, antara lain: sifat sombong, kagum kepada diri sendiri, membangga-banggakan diri sendiri, angkuh, rakus, hobi berkelakar dan bergurau tidak pada tempatnya, dan sebagainya.

Kedua,

tindakan pada saat terjadi kemarahan. Bila amarah sudah terbakar, maka ada empat langkah yang bisa dilakukan untuk menangkal:

1) Meminta perlindungan kepada Allah swt dari setan yang terkutuk.

2) Berwudhu.

3) Merubah keadaan ketika marah baik dengan cara duduk, bangun, keluar, menahan diri dari bicara dan sebagainya.

4). Mengingat besarnya pahala orang yang menahan marah dan juga mengingat kehinaan yang menimpanya di dunia dan akhirat yang disebabkan oleh amarah.


Nabi saw bersabda:

“Barangsiapa yang bisa menahan marah sedangkan dia sebenar nya bisa melakukannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk”.


Demikian besar pahala yang dijanjikan bagi orang yang bisa menahan amarahnya.

Bodoh sekali jika masih ada orang yang tidak tertarik untuk meraih pahala tersebut, padahal caranya cukup mudah, yaitu dengan menahan amarah.

 

Salam

dri:  berbagai sumber

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: