//
you're reading...
Uncategorized

Malu Jadi Benalu

o Ada beberapa aturan kepribadian bila kita akan mengawali sebuah karir bisnis.
Pertama, jangan pernah main-main dengan kejujuran. Setiap perkataan dan janji dijamin kebenarannya dan dijamin menepati janjinya dan setiap amanat dijamin dipertanggung-jawabkan, Pastikan tidak ada kebohongan, pastikan tidak ada janji yang diingkari dan pastikan tidak ada amanat yang dikhianati. Kedua, keramahan hal ini harus dimiliki oleh setiap wirausahawan. Ramah dan lemah lembut perlu ditanamkan dalam diri kita. Hati seseorang tidak bisa dibeli dengan uang, tapi belilah hati orang dengan muka yang manis dan kelemah-lembutan. Kita jujur, tapi berwajah bengis, maka tetap saja orang enggan membeli barang dagangan kita. Tidak ada batasan usia dan jabatan dalam bersikap ramah dan lemah lembut .Atasan harus ramah kepada bawahannya demikian pula sebaliknya. Karena kenyataannya, jabatan hanyalah pembagian tugas belaka. Tetapi sepantasnya, makin tinggi kedudukan seseorang, maka makin ramah, makin sopan, dan makin lembutlah dia pada karyawannya.
Ketiga, gemar berbuat kebajikan sekecil apapun. maka lakukanlah itu! Jadi yang namanya untung itu bukan kita yang untung sendiri. Kita dapat memberikan keuntungan pada orang lain. Tidak ada satupun kebaikan yang tidak disempurnakan balasannya oleh Tuhan. Tuhan maha menatap tidak mungkin perbuatan baik kita disia-siakan. Usahakan agar kita tidak dengan manusia, tapi inti bisnis kita adalah Tuhan. Jadi, tidak perlu kita melakukan kelicikan, keserakahan dan penipuan.
Kepuasan kita adalah bagaimana kita dapat memuaskan orang banyak. Tidak ada ruginya jika kita berkorban banyak. pengorbanan menjadikan orang mulia, dan sebaliknya, merugilah orang-orang yang mengorbankan orang lain untuk memuaskan dirinya.
Keempat, dengan sifat mulia yang dijadikan pondasi bisnis, seorang wirausahawan harus kreatif dan inovatif. Dalam hal ini teruslah mengakses ilmu dan wawasan baru sehingga kita bisa bicara dan mengerjakan segala sesuatunya dengan lebih baik lagi.
* Hikmah Penanaman Jiwa Wirausaha

Modal kita itu adalah nama baik kita. Jangan takut tentang modal uang. Sebenarnya, nilai uang itu kecil karena yang mahal itu adalah nama baik. Jangan pusing kalau ternyata kita disisihkan, diremehkan, dan dikeluarkan karena kita jujur tentang sesuatu daripada kita diterima karena bohong, kalau kita diterima karena bohong, maka selama itu kita tidak akan pernah menikmati hidup kita, karena kita hidup dalam ketakutan terhadap kebohongan tersebut yang sudah pasti suatu saat akan terbongkar.
Mencari rezeki itu tidak usah pakai bohong, Tuhan mengetahui akan kebutuhan kita melebihi pengetahuan kita tentang diri kita sendiri. Jatah rezeki kita sudah Tuhan tetapkan. Tidak mungkin Tuhan menciptakan kita tanpa dengan rezekinya. Perlu kita ketahui, harta yang merupakan rezeki bagi kita itu ada tiga macam,

1. Apa yang kita makan sebagai penguat tubuh kita, yaitu rezeki yang dijaminkan.
2. Rezeki yang digantungkan.
3. Rezeki yang dijanjikan. Tuhan menjanjikan, barang siapa yang menjadi ahli syukur terhadap nikmat yang ada, maka Tuhan akan “membeli”-nya. Jadi, setiap kali kita mendapat uang, mengapa tidak langsung kita potong untuk sedekah. sesungguhnya dengan begitu rezeki kita tidak akan berkurang, melainkan akan bertambah dan bertambah terus.

Maka dari itu mulailah saat ini jangan pernah terpikir untuk berbuat licik. pilihlah kejujuran sebagai gaya hidup. Berjualan dengan tetap menjaga kejujuran akan membantu kita untuk mendapatkan untung yang berkah. Sebab untuk apa mendapat untung yang banyak tetapi tidak ada berkah sedikitpun?.
Jika para pedagang itu jujur, maka para pelanggannya akan merasa puas. Jangan pernah takut untuk tidak memiliki uang, tapi takutlah kalau uang yang kita punya tidak membawa berkah. Jujur dan cakap akan menghasilkan keadilan. adil disini adalah mendapatkan keuntungan yang wajar. jika kita serakah, maka kita sudah berbuat licik dan picik. Tiada lagi keuntungan kita membawa keberkahan.Oleh karena itu jangan sekali-kali kita ukur keuntungan dengan uang, karena uang hanya bisa bertahan di tangan kita sekejap saja, lalu kemudian hilangdengan berpindah tangan.

d.shvoong.com/social-sciences/education/2078438-malu-jadi-benalu/

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: