//
you're reading...
Uncategorized

Memperbanyak Syukur, Mengurangi Keluhan

Memperbanyak Syukur, Mengurangi Keluhan

Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuhu,

Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untukh menghirup udaraNya hari ini. Semoga segala sesuatu yang kita recanakan hari ini mudah2an berjalan lancar dan mulus saja hendaknya. Amiin.
InshaAllah mutiara hikmah pagi ini dari kami subdept Da’wah adalah tentang memperbanyak syukur dan mengurangi keluhan.

InshaAllah topik ini saya ambil adalah sebagai renungan buat saya pribadi dalam meniti kehidupan fana ini. Namun tak salahnya juga kalau saya juga berbagi hal yang sama untuk kita semua. Mudah2an Allah SWT memberi kita Hidayah dalam setiap perencanaan2 yang kita lakukan. Kalau perencanaan2 tsb tidak berjalan sesuai dengan yang kita ingini, mudah2an kita bisa mengembalikan masalahnya hanya pada si Pencipta saja. Amiin
Sudah menjadi sunnatullah bahwa manusia itu bersifat keluh kesah. Sebagaimana yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an:

۞ إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا (١٩) إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعً۬ا (٢٠) وَإِذَا مَسَّهُ ٱلۡخَيۡرُ مَنُوعًا

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” (Q.S Al-Maarij : 19-21)

Disaat kita mendapatkan kesusahan baik itu berupa sakit, kekurangan rezki, kesulitan dalam bekerja, sekolah, dlsbgnya, tanpa kida sadari, kita mengeluhkan hal yang menimpa kita tersebut pada orang lain sebagai suatu jalan untuk meringankan beban didada maupun dalam pikiran kita. Kadang tanpa kita sadari kita juga mengeluh dalam hal yang sepele. Kita tidak menyadari betapa banyak orang lain yang tingkat kehidupannya jauh lebih susah, lebih sakit dari kita, dlsbgnya. Namun yang terlihat bagi kita adalah kesusahan kita sendiri, kesulitan kita sendiri, dll. Padahal kalau hati nurani kita bisa menceritakan pada otak kita bahwa betapa banyak blessing Allah pada kita, selama ini sebagaimana Allah SWT berfirman:

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآ‌ۗ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya” (QS. An-Nahl: 18).
Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa mengeluh dalam sifat diatas adalah suatu sifat yang tidak terpuji dan menunjukkan minimnya kesabaran pada diri seseorang. Seseorang mengeluhkan hal-hal tidak menyenangkan dirinya kepada sesama manusia. Mungkin itu berupa sakit yang menimpa, rezeki yang sempit, dan berbagai hal yang dianggap sebagai kesialannya. Karena semua hal yang tidak menyenangkan itu ditakdirkan oleh Allah, tindakan ini tak ubahnya “mengeluhkan Sang Khaliq kepada makhluk”, mengadukan Sang Pemberi Rezeki kepada yang diberi rezeki, menceritakan kekecewaan terhadap Yang Maha Penyayang kepada manusia yang belum tentu memiliki sedikit rasa kasih sayang kepadanya.

Namun ada satu keluhan yang kalau kita berkeluh kesah padaNya, hati kita merasa tentram, tapi kalau kita mengeluh pada manusia belum tentu semua manusia akan menerima keluhan dengan baik, belumtentu kita akan mendapat simpati dari mereka, bahkan yang terjadi sebaliknya yang akan membuat keadaan lebih susah dan payah.

Adapun mengeluh yang terpuji adalah mengeluh kepada Allah SWT. Dengan kaki bersimpuh, cucuran air mata taubat, pengakuan salah, dan perasaan lemah di hadapan-Nya seorang hamba mengadukan keadaan sulit yang menimpa dirinya kepada Yang Maha Penyayang seraya memohon kekuatan dan pertolongan-Nya. Keluhan seperti ini tidak mengurangi nilai kesabaran. Hamba Allah yang paling penyabar pun melakukannya. Ayyub ‘alaihis salam adalah contoh hamba yang penyabar. Allah mengujinya dengan berbagai cobaan yang berat. Hartanya habis ludes. Anak-anaknya meninggal dunia. Istrinya pun meninggalkannya. Allah sendiri memberikan pujian kepadanya, “Kami dapati ia seorang penyabar; ia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, ia seorang yang banyak bertaubat.”. Ayyub kadang merasa perlu mengeluhkan keadaan dirinya. Namun, keluhannya hanya ditujukan kepada Allah : “Rabbi, aku sungguh telah disentuh oleh keburukan, sedangkan Engkau Maha Penyayang.”

Pada zaman Sayyidina Umar al-Khattab, ada seorang pemuda yang sering berdoa di sisi Baitullah: “Ya Allah! Masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit”. Doa beliau didengar oleh Sayyidina Umar ketika beliau (Umar) sedang melakukan tawaf di Ka’bah. Umar sedikit heran dengan permintaan pemuda tersebut. Sesudah melakukan tawaf, Umar memanggil pemuda tersebut tentang do’anya itu dan bertanya: “Kenapakah engkau berdoa sedemikian rupa (Ya Allah! masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit), apakah tiada permintaan lain yang boleh engkau mohonkan kepada Allah?” Pemuda itu menjawab: “Ya Amirul Mukminin! Aku berdo’a seperti itu karena aku takut dengan penjelasan Allah dalam firman-Nya dalam surah al-A’raaf ayat 10:

وَلَقَدۡ مَكَّنَّـٰڪُمۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَجَعَلۡنَا لَكُمۡ فِيہَا مَعَـٰيِشَ‌ۗ قَلِيلاً۬ مَّا تَشۡكُرُونَ

“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu [sumber] penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” Aku memohon agar Allah memasukkan aku dalam golongan yang sedikit, yaitu (lkarena) terlalu sedikit orang yang tahu bersyukur kepada Allah” jelas pemuda tsb pada Umar. Mendengar jawaban itu, Umar bin Khattab menepuk kepalanya sambil berkata kepada dirinya sendiri: “Wahai Umar, alangkah jahilnya engkau, banyak orang orang yang lebih alim daripadamu”. Subhaanallah. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan yang sedikit ini hendaknya. Amin

Wassalam,
Aswita
Subdep Da’wah
16 Zulhijjah, 1431 H
November 22, 2010

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: