//
you're reading...
Renungan

Hidup dan matinya hati

 

 

Muhammad Ibnu ’Ajibah, murid Ibnu Athoillah memberikan keterangan tentang sebab-sebab hidup dan matinya hati. Hati itu bisa hidup dan sebaliknya bisa pula mati, layaknya lampu yang bisa menyala hidup dan bisa pula mati padam. Sebab-sebab matinya hati menurut muhammad ibnu ajibah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Cinta dunia yang berlebih-lebihan
2. Lalai dari ingat pada Allah SWT.
3. Puas/bangga terhadap dosa yang telah dilakukannya.
Sedangkan sebab-sebab hidupnya hati seseorang menurut muhammad ibnu ’ajibah adalah sebagai berikut:
1. Tidak rakus pada dunia
2. Senantiasa ingat (dzikir) pada Allah SWT
3. Berteman dengan wali/kekasih Allah.
Itulah sebab hidup dan matinya hati. Sedang sebagaian daripada tanda matinya hati yaitu jika kita tidak merasa sedih (susah) karena tertinggalnya suatu amal perbuatan kebaikan, (kewajiban), juga tidak menyesal jika terjadi berbuat suatu pelanggaran dosa (Al-Hikam, hikmat ke-58).
Hati itu juga bisa bisa kotor dan juga bisa bersih. Seperti lampu yang kotor, untuk membersihkannya perbanyaklah membaca kalimat tauhid, Laa ilaha ilallah. Dan untuk menghidupkan hati, bacalah ”Ya hayyu Ya qoyyuum, Laa ilahailla anta” sebanyak 40x sebelum subuh.
(Disarikan dari pengajian Al-Hikam di Masjid Asy-Syakur, Peneleh Sby di bawah asuhah Ust. Abdullah Bahreisy, Minggu 17 Agustus 2008)

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: