//
you're reading...
Wanita

SURAT UNTUK CALON SUAMIKU KELAK…

Assalamualaikum kanda yang kuimpikan…

Bagaimana khabarmu hari ini? Sudahkah kau basuh wajahmu dengan sucinya air wudhu’, yang membuat wajah bersahajamu diliputi cahaya? Sudahkah malam tadi kau habiskan sepertiganya dengan bermunajat kepada_Nya? Sudahkah kau bulatkan azammu untuk istiqamah melangkah di jalan_Nya?

Kanda…

Tegakkan bahumu, sempurnakan semangatmu, penuhi dadamu dengan nama_Nya, jemputlah rizqimu dengan sungguh-sungguh. Aku menghantarmu dengan selempang doa yang tersampir di bahu angin. Semoga hari ini, Allah melimpahkan keberkahan di setiap tarikan nafasmu. Penuhi pundi-pundi amalmu dengan kebaikan, jangan sisakan sedikitpun waktumu dalam kesia-siaan.

Malam nanti, aku kembali menunggumu dalam hening doa-doaku. Sandarkan hatimu pada_Nya, agar Ia memberimu kekuatan. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk segera menjemputku, menemani hari-harimu.

Siapapun engkau, di manapun berada, semoga Allah menjagamu, hingga tiba waktunya perjuangan panjangmu tak lagi sendiri. Maka, kukuhkanlah kembali semangatmu. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk hadir menjemputku.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada_Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai_Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada_Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih_Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir_Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih_Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada_Mu.

Ya Allah…

Seandainya telah Engkau catatkan…
Dia milikku tercipta buatku…
Satukanlah hatinya dengan hatiku…
Titipkanlah kebahagian antara kami…
Agar kemesraan itu abadi…
Dan Ya ALLAH…
Ya Tuhanku Yang Maha Mengasihi…
Seiringkanlah kami melayari hidup ini…
Ketepian yang sejahtera dan abadi…

Tetapi Ya ALLAH…
Seandainya telah Engkau takdirkan…

Dia bukan miliku…
Bawalah ia jauh dari pandanganku…
Luputkanlah ia dari ingatanku…
Dan peliharalah aku dari kekecewaan…
Serta Ya ALLAH Ya Tuhanku Yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan…
Melontar bayangannya jauh ke dada langit…
Hilang bersama senja nan merah…
Agarku bisa bahagia…
Walaupun tanpa bersama dengannya…

Dan Ya ALLAH yang tercinta…
Gantilah yang telah hilang…

Tumbuhkanlah kembali yang telah patah…
Walaupun tidak sama dengan dirinya…

Ya ALLAH Ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdir_Mu…
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan…
Adalah yang terbaik buat ku…
Kerana Engkau Maha Mengetahui…
Segala yang terbaik buat hamba_Mu ini…

Ya ALLAH…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku…
Di dunia dan di akhirat…
Dengarlah rintihan dari hamba_Mu yang dhaif ini…
Jangan Engkau biarkan aku sendirian…
Di dunia ini mahu pun di akhirat…
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran…

Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman…
Supaya aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup…
Ke jalan yang Engkau redhai…
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh…
Amin Ya Rabbal ‘Alamin…

Rabbi…
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia…
tabahkan hatinya…
teguhkan imannya…
sucikan cintanya…
lembutkan rindunya…

Rabbi…
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia…
Penuhi hatinya dengan Kasih_MU…
Terangi langkahnya dengan Nur_MU…
Bisikkan kedamaian dalam kegalauan…
Temani dia dalam kesepian…

Rabbi…
Kutitipkan cintaku pada_MU untuknya…
Resapkan rinduku pada rindunya…
Mekarkan cintaku bersama cintanya…
Satukan hidupku dan hidupnya…
Dalam cinta_MU…
Sebab, sungguh aku mencintainya kerana_MU…

Duhai seseorang disana …

Bila Allah mengizinkan kita bertemu kelak . . .
Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .

Dan bila kemudian disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengurniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku. Sungguh Allah S.W.T yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa’ 19]. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan isteri-isteri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sedarkah engkau bahawa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahawa hanyalah Allah yang Maha Sempurna. Bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orang tua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmulah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kahwinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai isteri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap isteri, beliau pun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, kerana Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap isteri-isterinya.

Duhai Calon Suamiku…
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap isteri-isteri mereka? Renungkanlah bahawa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertakhta di singgahsana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap isteri-isteri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahawa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putera-puterimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putera-puterinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putera-puteri kita dan bertakwa kepada Allah.

Ya Allah…

Engkaulah saksi ikatan hati ini,
Engkaulah yang telah menentukan hatiku jatuh pada lelaki ini,
jadikanlah cintaku pada calon suamiku ini sebagai penambah kekuatanku untuk mencintai_Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada_Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati_Mu.
Jika ia rindu, jadikanlah rindu syahid di jalan_Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap syurga_Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada_Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta_Mu.

Ya Allah…
Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada_Mu,
telah berjumpa pada taat pada_Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada_Mu,
telah berpadu dalam membela syariat_Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur_Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada_Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Amin ya rabbal alamin^^…

sekilasmemoir.blogspot.com/2010/05/surat-untuk-calon-suamiku-kelak.html

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: