//
you're reading...
Uncategorized

Sabar Bila Susah, Syukur Bila Senang

Adapun orang yang tidak beriman maka ia selalu berada dalam keadaan yang tidak baik, kerana apabila ia berada dalam kenikmatan dan kesenangan ia akan lupa daratan. Ia tidak berterima kasih kepada Allah yang telah menganugerahkan nikmat dan kesenangan itu. Lalu ia bertindak sesuka hatinya untuk menggunakan nikmat tersebut mengikut arahan nafsu atau syaitan, maka nikmat Allah itu digunakan untuk membazir dan membuat maksiat dan macam-macam perbuatan yang dimurkai oleh Allah. Dan apabila ia berada dalam keadaan fakir dan miskin atau kesusahan, ia akan bertindak liar dan tidak terkawal. Mungkin ia akan mencuri atau merompak, atau sekurang-kurangnya ia merasa tidak puas hati dengan takdir Allah yang mengena le atas dirinya. Maka kedua-dua keadaan ini adalah tidak baik baginya.

Justeru, hendaklah kita sentiasa sedar dan menyatakan rasa bersyukur kepada-Nya di atas segala nikmat hidup yang dianugerahkan. Sifat menunjukkan rasa bersyukur bukan saja satu amalan seperti mengucapkan rasa berterima kasih sesama manusia, sebaliknya perbuatan yang berkaitan tanda bersyukur juga menjadi bukti tanda keimanan seseorang. Orang beriman sentiasa sedar siapakah dirinya dan tujuan asal diciptakan Allah. Apa yang dinikmati dan dimiliki di dunia ini adalah milik Allah yang dipinjamkan sementara sahaja.

Nikmat yang Allah sediakan untuk manusia amat besar. Manusia tidak mampu menggerakkan anggota badan sendiri tanpa izin Allah. Malah, tidak ada satu sel badan, daripada berbillion sel dalam badan, dapat berfungsi sendiri melainkan ia ketentuan Allah.

Maka, besarnya kekuasaan Allah dan nikmat diberikan kepada manusia. Sesungguhnya kehidupan ini serba lengkap dan sempurna. Manusia tidak mampu menghitung apa yang dinikimati kerana tidak ada satu pun melainkan ia adalah hiasan kurniaan Allah.

Sifat sabar amat dituntut dalam Islam. Banyak kebaikan diperoleh oleh mereka yang bersabar. Sesungguhnya Allah tidak mensia-siakan amaln hamba-Nya yang bersabar dengan diganjar kebaikan di dunia dan akhirat.

Banyak perbuatan disukai manusia tetapi ditegah oleh agama. Perbuatan itu tentunya mendatangkan keburukan jika dilakukan. Islam menetapkan peraturan hidup agar menjauhkan perbuatan mendatangkan keburukan.

Nafsu manusia mudah tertarik kepada perbuatan mendatangkan kepuasan sementara. Bisikan syaitan menyebabkan nafsu cenderung melakukan perbuatan yang ditegah. Individu yang tidak melakukan perbuatan itu terasa rugi, sedangkan orang lain menikmatinya dengan rasa puas.

Justeru, sifat sabar penting untuk menghalang diri turut terbabit dalam perbuatan yang mendatangkan keburukan itu. Kesabaran dalam kategori ini ada manifestasi kepada tanda bertakwa, yakini takut melakukan perbuatan yang ditegah.

Musibah antara cara Allah menguji kesabaran hamba-Nya. Firman Allah bermaksud: “Dan sesungguhnya akan Kami berikan ujian kepadamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan berita gembira kepada orang yang sabar.” (Surah Al-Baqarah, ayat 155)

Dipetik dari Kitab 40 Hadis Akhlak Mulia..

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: