//
you're reading...
Uncategorized

SEHAT CARA RASULULLAH SAW

Mengapa kita sering merasa sakit padahal menurut kita makanan dan minuman yang kita makan sudah benar komposisinya. Ternyata ada yang salah dengan cara kita makan dan meminumnya, termasuk doktrin-doktrin yang kita pakai selama ini. Bagaimana dalam hal ini Rasulullah Saw menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya hingga begitu awet muda, berikut adalah jawabannya:

Makanan Dan Cara Makan Rasulullah Saw:
Siapa saja yang meneliti jenis-jenis makanan dan bagaimana Rasulullah Saw makan, pasti akan mengetahui bahwa Rasulullah Saw tidak pernah sekalipun mengonsumsi secara bersamaan jenis-jenis makanan atau minuman sebagai berikut:

* Susu dengan ikan

* Susu dengan asam

* Dua jenis makanan atau minuman yang keduanya masih panas

* Dua jenis makanan atau minuman yang keduanya dingin

* Dua jenis makanan atau minuman yang keduanya merupakan bahan yang lengket

* Dua jenis makanan atau minuman yang keduanya merupakan bahan yang dapat menyebabkan sembelit

* Dua jenis makanan atau minuman yang keduanya merupakan bahan yang dapat menyebabkan diare

* Dua jenis makanan yang keduanya sama-sama keras

* Dua jenis makanan yang keduanya sama-sama lembek

* Dua jenis makanan atau minuman yang keduanya sama-sama tidak dapat disatukan

* Dua jenis makanan atau minuman yang sama sekali berlainan jenisnya, seperti misalnya:

1. Memadukan makanan atau minuman yang dapat menyebabkan sembelit dengan makanan atau minuman yang dapat menyebabkan diare
2. Makanan yang cepat cerna dengan makanan yang sulit dicerna
3. Makanan yang dipanggang dengan makanan yang direbus
4. Makanan yang sebar dengan makanan yang diawetkan
5. Susu dengan telur, dan
6. Daging dengan susu

masakan “udang mayones” ini
mungkin merupakan salah satu kombinasi masakan yang kurang bagus

Selain itu ada beberapa hal yang tidak pernah dilakukan Rasulullah Saw ketika sedang makan, diantaranya:

* Memakan makanan apapun ketika temperatur udara sedang terasa amat panas

* Memakan makanan masak yang telah menginap dan kemudian dipanaskan lagi keesokan harinya

* Memakan makanan yang sudah basi

* Memakan makanan yang terlalu asin atau difermentasi

Usaha Rasulullah Saw berusaha meredam bahaya yang ditimbulkan oleh sebagian jenis makanan dari jenis yang lain jika hal itu memang mungkin dilakukan adalah:

* Meredam bahaya makanan atau minuman yang terlalu panas dengan makanan atau minuman lain yang dingin

* Meredam makanan yang terlalu keras dengan makanan atau minuman lain yang lembut, seperti yang pernah beliau lakukan ketika mengonsumsi kurma bersamaan dengan kurma yang sudah matang, atau ketika beliau mengonsumsi kurma bersamaan dengan lemak.

* Rasulullah Saw. juga suka meminum air kurma yang berguna untuk melembutkan zat-zat yang terlalu tajam

Pesan Penting Dari Rasulullah Saw tentang makan:

1. Rasulullah Saw melarang tidur sesaat setelah makan, karena hal itu dapat mengeraskan hati. Berkenaan dengan itu para tabib menganjurkan siapa saja yang ingin menjaga kesehatan untuk berjalan beberapa langkah setelah makan malam, kurang lebih seratus langkah, dan jangan tidur sesaat setelah makan, karena sangat berbahaya. Para tabib Islam malah menganjurkan kita untuk sholat setelah makan malam. Tujuannya agar makanan dapat mengendap di dasar organ pencernaan, sehingga makanan tersebut akan lebih mudah dicerna dan menjadi lebih bermanfaat bagi tubuh.
2. Rasulullah Saw tidak pernah langsung minum setelah makan, karena hal itu akan merusak makanan. Apalagi jika air yang diminum masih panas atau dingin, air seperti itu sangat buruk bagi kesehatan.
3. Rasulullah Saw tidak suka minum air sesaat setelah berolah raga atau lelah, setelah bersetubuh, sesaat sebelum dan sesudah makan, atau setelah makan buah-buahan, minum sesaat setelah mandi, dan minum sesaat setelah bangun tidur.
4. Rasulullah Saw menganjurkan untuk makan malam meski hanya dengan segenggam kurma. Intinya, apapun keadaannya kalau bisa usahakan makan malam jangan sampai ditinggalkan

Berkaitan Dengan Minum:

Kebiasaan Rasulullah Saw adalah minum madu yang telah dilarutkan dengan air dingin. Kebiasaan ini sangat berguna untuk memperbaiki kualitas air liur di dalam kerongkongan, dapat membersih bulu-bulu halus pada dinding lambung serta melenturkannya, menyingkirkan sisa-sisa pencernaan, menghangatkan, dan mencegah terjadinya penyumbatan. Kecuali itu madu berbahaya bagi penderita penyakit lever, karena ketajamannya akan berbenturan dengan ketajaman cairan empedu sehingga akan memicu reaksi dari cairan empedu. Dalam kasus ini bahaya yang ditimbulkan oleh madu dapat dicegah dengan memberikan cairan cuka yang dapat mengembalikan khasiat madu bagi para penderita lever.

madu

Air terbaik adalah air yang berada dalam kondisi dingin dan diambil langsung dari sumbernya. Oleh sebab itu minuman yang paling disukai Rasulullah Saw adalah minuman dingin dan manis. Sedangkan air tawar yang dididihkan hanya akan membawa pengaruh yang sebaliknya.

Air yang diinapkan lebih bermanfaat daripada air yang yang langsung diminum setelah diambil dari sumbernya. Pernah satu kali Rasulullah Saw masuk ke rumah Abu Al Haitsam bin At Taihan dan bertanya, “Apakah ada air yang telah diinapkan dalam kantong air?” maka Abu Al Haitsam membawa air yang dimaksud dan Rasulullah Saw pun meminumnya. Jangan lupa bahwa partikel debu dan kotoran akan mengendap jika air diinapkan.

Air yang disimpan dalam kantong air lebih nikmat dibandingkan air yang disimpan
dalam bejana. Air yang disimpan dalam kantong air akan memiliki kesegaran tertentu karena kantong air memiliki pori-pori yang sangat halus di mana air dapat meresap. Disebabkan adanya pori-pori yang sangat halus itulah maka air yang disimpan dalam kendi terasa lebih nikmat dan lebih dingin dibandingkan air yang disimpan di bejana tanpa pori-pori.

kendi yang terbuat dari tanah

Pesan Penting Rasulullah Saw Tentang Minum:

Anas bin Malik pernah berkata:

“Biasanya Rasulullah Saw bernafas tiga kali ketika minum, dan beliau bersabda bahwa hal itu lebih mengenyangkan, lebih menyehatkan, dan lebih nikmat.” (HR. Muslim)

Yang dimaksudkan dengan minum adalah air. Dan maksud dari ungkapan “bernafas ketika minum” adalah menjauhkan mangkuk dari mulut dan kemudian bernafas di luar mangkuk untuk kemudian kembali minum, sebagaimana bunyi sebuah hadits:

“Jika salah seorang dari kalian minum, maka janganlah ia bernafas di dalam mangkuk, akan tetapi hendaklah ia menjauhkan bejana air yang digunakannya itu dari mulutnya.” (HR. Bukhari)

Cara minum tiga kali teguk seperti itu memiliki hikmah yang begitu banyak dan sekaligus memiliki manfaat yang amat penting. Rasulullah Saw berkali-kali memperingatkan bahwa minum tiga kali teguk adalah lebih mengenyangkan (bermanfaat), lebih sehat (lebih menyembuhkan rasa haus) dan lebih nikmat. Hal ini dikarenakan minum tiga kali tegukan akan menyebabkan air masuk ke dalam lambung yang merana secara berulang-ulang, sehingga air yang turun pada tegukan kedua akan mampu meredam derita lambung yang tidak dapat dihilangkan oleh tegukan pertama.

Adapun bahaya minum dalam sekali teguk adalah

* Tersedak:

ketika seseorang minum dari organ hati dan lever akan muncul uap panas. Jika minum hanya dilakukan sekali teguk maka air dingin yang masuk akan bertumpang tindih dengan uap panas yang keluar dari hati dan lever

* Sakit lever:

“Jika salah seorang dari kalian minum, maka hendaklah ia minum sedikit demi sedikit dan jangan minum sekaligus. Karena penyakit kubad (penyakit lever) dipicu oleh (kebiasaan) minum sekali teguk.” (HR. Muslim)

Penyebabnya adalah karena terjadi benturan antara panas organ tubuh dengan air yang mengguyur dalam jumlah banyak sekaligus. Fenomena ini sama halnya dengan saat kita menuangkan air dingin ke dalam panci yang sangat panas. Jika kita masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam panci maka air tidak akan merusak panci tersebut. Dan yang pasti jangan sampai lupa mengucapkan Basmalah sebelum minum dan alhamdalah sesudah minum. *(^_^)*

Sumber: Disarikan dari buku Penyembuhan Berbagai Penyakit Cara Nabi oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyyah.

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: