//
you're reading...
Uncategorized

Malu, Perhiasan Wanita Yang banyak dilupa..

Malu adalah sifat yang menghiasi seluruh akhlak dengan sinar dan cahaya. Bagi lelaki, malu adalah sifat terpuji. Sedangkan bagi wanita adalah fithrah dan watak aslinya.

Tahukah kamu bahwa Allah menciptakan sebuah pehiasan bagi Wanita yang tidak diciptakanNya untuk laki-laki?? Ya…perhiasaan itu adalah “rasa malu”. Dengan rasa malu itu seorang gadis akan terlihat menawan dan terhormat.

Seorang psikolog remaja pernah berkata, “yang paling menarik dari seorang gadis bagi seseorang laki-laki adalah saat tersipu malu”. Karena pada saat tersipu malu itu terlukis bagaimana seorang gadis memelihara kehormatannya, berhati-hati dalam bergaul, dan menjaga dirinya dalam keadaan fitrah.

Imam Nawawi menuturkan,”Para ulama mengatakan bahwa hakikat malu adalah sifat yang membangkitkan kehendak untuk meninggalkan kejelekan dan mencegah reduksi penunaian hak pada setiap pemilik hak.

Sedangkan Abu Qasim Al Junad r.a mengatakan,”Malu adalah menyadari kesenangan-kesenangan(kenikmatan) dan melihat kelalaian(kekurangan) yang pada akhirnya melahirkan sebuah keadaan yang disebut malu kepada Yang Memberi nikmat.

Bagi seseorang wanita, malu bukan sekedar sebuah perhiasan, lho…!!!! Kecantikan seorang wanita akan terpancar nyata saat ia tersipu malu. Itu sebabnya malu disebut sebagai sebuah perhiasan. Namun, rasa malu juga berfungsi sebagai kastil yangmembentengi seseorang dari berbuat maksiat.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah: “Iman itu ada 73 cabang. Yang paling utama adalah Laa ilaha illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalanan. Sedangkan malu adalah sebagian dari iman.”

Bangunan akhlak hanya bisa berdiri kokoh di atas pondasi iman. Rasa malu adalah penhias dari ikon bangunan tersebut. Oleh karena itu Rasul bersabda: “Malu dan iman selalu bersanding. Jika yang satu hilang maka hilanglah yang lain.

Malu adalah sebagian dari iman karena keduanya sama-sama menganjurkan kebaikan dan menghindarkan keburukan. Iman menganjurkan berbuat taat dan meninggalkan maksiat. Sedangkan malu mencegah kelalaian untuk bersyukur, mencegah kelalaian menunaikan hak orang lain. Malu juga mencegah berbuat kotor demi menghindari celaan dan kecaman.

Ada beberapa jenis rasa malu : malu alami, malu karena iman, dan malu pada diri sendiri. Malu alami adalah sebagaiman perasaan malu yang timbul dalam hati kita saat kita mendengar perkataan jorok dan tidak senonoh. Sedangkan malu karena iman adalah rasa malu yang membuat seorang mukmin urung melakukan maksiat, karena malu jika dilihat Allah. Sedangkan rasa malu pada diri sendiri sering juga disebut dengan nurani.

Abu Bakar ash Sidiq berkata, “Kulihat seolah-olah orang yang tidak punya rasa malu dan sifat amanah itu seperti orang yang telanjang di tengah-tengah manusia.”

Masihkah kita bertanya apa yang menyebabkan seorang wanita menangggalkan perhiasan yang dengannya ia dimuliakan? Lantas, memilih untuk memamerkan auratnya tanpa sungkan?? Tak lain itu semua terjadi karena rasa malu telah hilang. Saat itu, seorang manusia bebas berbuat sesuka hatinya tanpa batas dan kendali. Sebab, tidak ada lagi yang mencegah dan melindunginya dari berbuat mungkar..

 

 

rahayuwidiningsih.wordpress.com/permasalahan-multimedia-di-linux/

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: