//
you're reading...
Uncategorized

RASA MALU PERHIASAN MUSLIMAH

Suatu malam seorang ikhwan berjalan kaki melintasi trotoar pertokoan,berusaha sebaik mungkin untuk konsentrasi pada jalan agar mata tetap ”Aman” dan terlindungi dari pandangan pada hal-hal yang haram,serta juga agar tidak nabrak rambu-rambu jalan atau tiang telepon yang terkadang”Terasa diletakkan seenaknya”,berjalan dengan menundukkan mata dan sesekali melihat jalan,terkadang kalau tertabrak tiang telepon,paling dalam hati menggumam.”Siapa sih yang naruh tiang disitu!”

Ya,kadang suatu perjalanan singkat berjalan kaki menjadi sebuah medan perjuangan yang berat,walau tidak sedang berperang dan angkat senjata,mata dan hati selalu waspada dari serangan mendadak”Pandangan haram” yang diumbar dimana-mana,resikonya lebih berat dari pada tertembak peluru!Setelah separuh perjalanan dan melewati beberapa toko pakaian,terdengar suara ”Assalamu’alaikum!”,secara refleks ikhwan tadi menjawab,”Walaikumussalam!”namun setelah menoleh ke asal suara membuat beristighfar,ternyata gadis- gadis muda dengan pakaian kurang pantas sedang tertawa cekikikan melihat si ikhwan jadi serba salah!

Astaqfirullahal’adhim.Seperti itukah perilaku sebagian dari para gadis-gadis muda,padahal mereka juga seorang muslimah.Memang para gadis-gadis muda sekarang ini sebagian sudah hilang rasa malunya sehingga mereka ”take over” kebiasaan yang jauh dari ilmu agama.Dari Atha’ bin Abi Rabbah ia berkata,”Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada kami.”Maukah engkau aku beritahukan tentang profil(sifat)wanita penghuni surga?”Kami menjawab.”Tentu saja kami mau.”Lalu ia berkata,”Wanita berkulit hitam yang pernah datang kepada NABI shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menuturkan.”Aku mengidap penyakit ayan,apabila penyakit itu kambuh,maka auratku akan tersingkap.Berdo’alah untukku kepada Allah!

Beliaupun bersabda.”Jika engkau mau bersabarlah!Niscaya engkau akan mendapatkan surga.Namu kalau engkau mau,aku akan memohonkan agar Allah menyembuhkanmu.’Wanita itu berkata.”AKu akan berusaha sabar.’Wanita itu melanjutkan ucapannya,”Namun berdo’alah agar tubuhku tidak tersingkap.’Lalu beliau pun mendo’akannya.(HR.Al-Bukhori{5652]dalam Al-Mardho bab Fardhlu Man Yushro mina’r-Rih).Inti dari Hadits di atas adalah bahwa wanita berkulit hitam tadi berkehendak kuat agar auratnya tidak tersingkap saat dia dalam kondisi tidak sadar,sehingga hal tersebut akan membuat malu.

Saat diberikan pilihan antara kesembuhannya dan agar bersabar dengan janji jannah,maka wanita beriman ini memilih untuk bersabar,namun tetap meminta do’a dari Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar auratnya tidak terlihat.

Duhai kemanakah perginya rasa malu itu sekarang ini,nilai dari keindahan wanita itu terletak pada sifat malunya,semakin tinggi rasa malu itu maka semakin indah wanita tersebut,dan semakin sedikit rasa malunya maka semakin murah nilai wanita itu,bahkan menjadi ”Murahan”.Para wanita-wanita shalih terdahulu berusaha untuk tetap menuntut ilmu dan tetap meninggikan rasa malunya,namun justru yang kita temui sekarang adalah para wanita muslim semakin jauh dari ilmu agama dan melepas pakaian malunya.

Jika wanita-wanita model seperti ini nanti menikah dan melahirkan anak-anak mereka,lalu akan menjadi apakah generasi muslim kelak?Seseorang yang memiliki sifat malu maka dia akan semakin aman dari jebakan-jebakan syaitan,mereka tidak akan memamerkan auratnya didepan umum,tidak menggoda laki-laki,tidak akan berzina,tidak akan melihat hal-hal yang haram,dan begitu seterusnya.Diriwayatkan dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu,dia berkata:”Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sikap malu tidak akan datang kecualai karena kebaikan.”(HR.Bukhori(X/6117),Muslim[37])

Jika seluruh rasa malu adalah kebaikan maka orang yang tidak memiliki rasa malu adalah orang yang tidak memiliki kebaikan dalam dirinya,mereka yang tidak memiliki rasa malu akan berbuat sehendak hatinya dan akan mudah bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,mereka akan dengan mudah berbuat zhalim kepada hak-hak manusia dan akan merusak masyarakat muslim secara keseluruhan.Ketika rasa malu sudah hilang dari diri seseorang maka tidak akan tersisa dari seseorang kecuali kerusakan yang kan menjangkiti orang-orang disekitarnya.Mereka ini akan berbuat sekehendak hatinya tanpa memiliki batasan dan aturan lagi.Rosululloh shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya di antara perkara yang telah dipahami oleh manusia dari perkataan kenabian pertama adalah’Jika engkau tidak malu,maka berbuatlah apa yang kamu suka’.”(HR.Al-Bukhori[7/3483/3484])

Dalam hadits yang diriwayatkan Anas radhiyallahu’anhu bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:”Tidaklah ada suatu kekejian pada sesuatu perbuatan kecuali akan menjadikannya tercela,dan tidaklah ada suatu rasa malu pada sesuatu perbuatan kecuali akan menghiasinya.”(HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah).Sifat wanita identik dengan keindahan dan kelembutan,jika wanita tidak menghiasi dirinya dengan sifat malu maka kehormatan wanita telah dicampakkan oleh pemiliknya,tiada lagi yang tersisa pada diri wanita jika rasa malu yg sudah menjadi tabiat dari diri wanita telah dibuang.Anak-anak gadis banyak yang suka nongkrong di pinggir jalan hanya agar tidak dibilang kuper(kurang pergaulan) atau ketinggalan zaman.Maka hendaklah para orang tua untuk mengontrol pergaulan anak gadisnya masing-masing dan selalu mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak gadisnya,pergaulan bebas juga berawal dari kurang perhatiannya orang tua akan teman-teman anal-anaknya,padahal orang tua akan dimintai pertanggung jawaban atas amanah yang telah diberikan kepada mereka.selayaknyalah agar para orang tua memperhatikan akhlak dan budi pengert anak gadisnya.

Orang tua yang membelikan anak gadisnya pakaian ketat dan suka mengumbar aurat sama saja mereka mendorong anak gadis mereka masuk neraka dengan kedua tangan mereka sendiri,bagaimana tidak?

Para orang tua yang sudah bersusah payah bekerja untuk mendapatkan uang kemudian dengan uang itu mereka membelikan anak gadis mereka sebuah pakaian calon penghuni neraka,yaitu mereka yang berpakaian laksana telanjang!

Selain sufur (terbuka aurat) tanpa rasa malu,kadang dibarengi juga dengan ikhtilat (campur baur)nya antara laki-laki dan perempuan yang suka nongkrong,entah itu dipinggir jalan,cafe-cafe,mall dan tempat-tempat ”ngumpul” lain yang kadang diselingi dengan musik dan minuman keras,para penyeru kegiatan ini selalu mengaburkan perkara yang penting ini menjadi hal yang sepele.sering ketika ada teguran mereka hanya mengomentarinya dengan perkataan.”masa yang begitu saja dilarang. . .cape deh!”

Sikap malu adalah sebuah bagian tak terpisahkan dari keimanan seseorang,iman dan malu akan selalu berjalan beriringan,semakin besar rasa malu seseorang makan akan semakin bertambah pula keimanannya dan derajat tertinggi dari malu adalah malu kepada Alloh Ta’ala dan akan selalu memperhitungkan segala hal perbuatan yang ia lakukan,sebaliknya jika rasa malu itu semakin berkurang maka akan semakin berkurang juga keimanannya,Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Keimanan ada tujuh puluh cabang atau enam puluh cabang,keimanan yang paling utama adalah mengucapkan ”Laa Ilaaha Illallaah”,dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan.Sedangkan sikap malu adalah salah satu cabag dari keimanan.”(Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,diriwayatkan oleh Al-Bukhori[1/9] dengan lafadz ”67 cabang”.Imam Muslim [1/35] dengan lafadz”77 cabang”.)

Sifat malu adalah sifat yang dimiliki oleh Rosululloh shallallahu ‘alahi wa sallam.

Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,dia berkata:”Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang lebih besar malunya daripada perawan yang berada dalam pingitan.Jika beliau melihat sesuatu yang dibenci,kami bisa mengetahuinya dari rona wajahnya.”(HR.Bukhori[VI/3562-10/6102],Muslim[2330]).

PERHATIKANlah wahai saudariku,sungguh Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suri tauladan bagi kita semua.Sudah keharusan kita berusaha memperbaiki diri.Waallahu bil showab

SEMOGA BERMANFAAT!!!”

SALAM UKHUWAH. . .^_^’

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: