//
you're reading...
Uncategorized

Teladan Wanita Beriman..

Khadijah binti Khuwailid,
Pebisnis Multi Nasional Yang Beriman

“Sebaik-baik wanita surga adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid” (HR.Bukhari dan Muslim).
Berfikiran tajam, tinggi cita-cita, dan berbudi luhur, itulah Khadijah. Semua itu terbukti dengan kesuksesannya mengelola bisnis perniagaan ekspor-impor. Hebatnya lagi, perempuan cantik yang lahir dari keluarga terhormat ini, dengan tegas menolak banyak lamaran dari tokoh Quraisy kaya raya dan berkedudukan tinggi yang ingin memperistrinya.
Sejak dakwah islam mulai dilakukan terang-terangan, kaum muslimin mulai menghadapi berbagai gangguan, dan perempuan pertama yang beriman ini tampil bagaikan gunung yang berdiri tegar. Ketika kedua putranya (Qasim dan Abdullah) meninggal, dia tetap tabah dan ikhlas menerimanya.
Ketika kaum Quraisy mengumumkan pemboikotan terhadap kaum muslim secara politik, ekonomi, dan sosial, tanpa ragu Khadijah bergabung bersama kaum muslimin mendampingi suami tercinta. Walau konsekuensinya, ia harus menjauh dari kabilah yang ia cintai. Khadijah korbankan segala yang dimilikinya untuk untuk meringankan beban yang menimpa kaum muslim. Saat itu usia Khadijah sudah 65 tahun.
Dengan penuh kesabaran ia jalani masa boikot yang menyusahkan itu selama tiga tahun. Hingga akhirnya dokumen pemboikotan itu hancur di makan rayap atas pertolongan Allah. Enam bulan kemudian Khadijah wafat setelah menjalankan tugasnya, mendampingi perjuangan Muhammad, mendakwahkan agama Allah, serta berjihad di jalan-Nya.
Bagi Rasulullah, Khadijah lebih seorang istri. Ia adalah teman sekaligus pembela. Khadijah beriman kepada Nabi di saat orang-orang masih kafir. Khadijah membenarkan Nabi di saat orang mendusta. Khadijah pula orang yang menolong Nabi dengan hartanya di saat orang-orang memboikotnya.

Aisyah binti Abu Bakar,
AKADEMISI DI JAMAN NABI

Bukan sarjana, doctor, apalagi professor. Ia hanya alumnus Madrasah Kenabian dan Madrasah Iman. Ia istri yang sangat memperhatikan dan memanfaatkan pertemuan langsungnya dengan Rasulullah. Begitu banyak ilmu yang Aisyah serap dan kuasai. Aisyah memiliki kefasihan berbicara yang menjadikan dirinya sebagai guru para sahabat sekaligus rujukan untuk memahami hadist, sunnah dan fiqih.
Aisyah pandai membuat syair dan salah seorang sumber utama hadits-hadits nabi, tidak kurang dari 2210 Hadits telah diriwayatkannya. Tidak heran kalau teks hadits-hadits yang diriwayatkannya selalu bahan kajian di fakultas sastra, sebagai kalimat yang begitu tinggi nilai sastranya.
Kecerdasan cemerlang sehingga kecepatan pemahaman dan kemampuannya selalu menghasilkan pemikiran yang brilian. Ucapan dan fatwanya selalu jadi rujukan para ulama hingga kini. Sedang tindakanya menjadi materi paling penting bagi setiap bahasan matakuliah dan pelajaran ilmu islam dan peradapan bangsa Arab.
Perempuan yang mempunyai sifat pencemburu ini, tidak pernah di sengsarakan oleh kemiskinan dan tidak dilalaikan oleh kekayaan. Aisyah selalu menjaga kemuliaan dirinya sehingga dunia dalam pandangannya tidaklah dihiraukannya.
Banyak ilmu yang dikuasainya mengenai kenegaraan, system politik, Sejarah, hokum, retorika, fara’idh (pengaturan hak waris), hingga kedokteran. Semua itu Aisyah pelajari dengan melihat, mendengar, menelaah dan kemudian menghafalnya. Dalam riwayat A’masyi, dari Abu Dhuha dari Masruq, Abu Dhuha berkata “Kami pernah bertanya kepada Masruq: ‘Apakah Aisyah juga menguasai ilmu Fara’idh?’ Dia menjawab ‘Demi Allah, aku pernah melihat para sahabatNabi yang senior biasa bertanya kepada Aisyah tentang Fara’idh.”
Rasulullah sangat mencintai istri yang sering dipanggilnya Khumairo ini. Sampai sebelum meninggalnya, beliau meminta izin kepada istri-istrinya untuk tinggal bersama Aisyah. Beliau dimakamkan di kamar Aisyah, tepat di tempat beliau meninggal.
Sepeninggal Rasulullah, Aisyah banyak menghabiskan waktunya untuk memberikan ta’lim kepada para sahabat, laki-laki maupun perempuan di rumahnya. Aisyah pula wanita yang turun langsung memimpin pasukan bersenjata dalam peperangan melawan Ali bin Abi Thalib, dalam peristiwa perang Jamal, meski akhirnya ia menyadari posisinya sebagai Ummul Mukminin yang tidak boleh mengundang perpecahan. Aisyah wafat pada usia 66 tahun.

Maryam binti Imran,
Ahli ibadah yang tabah menanggung ujian

Maryam binti Imran adalah wanita yang sangat dinantikan kelahirannya oleh ayah dan bundanya. Maryam lahir sebagai anak yang dinanti-nantikan oleh keluarga Imran. Oleh kedua orang tuanya, Maryam telah diserahkan pada Nabi Allah Zakaria as untuk berkhidmat di Baitul Maqdis. Semenjak tumbuh menjadi gadis remaja dan akhirnya menjadi wanita dewasa, Maryam selalu berada di mihrab yang disediakan khusus untuknya. Maryam tidak pernah bertemu dengan laki-laki, apalagi bergaul bebas dengan lawan jenis.
Maryam adalah wanita yang senantiasa menghabiskan waktunya untuk beribadah dan mengingat Allah. Hingga segala kebutuhannya pun dipenuhi langsung oleh Allah. Dari rahimnya yang suci inilah lahir seorang pembawa risalah. Saat menjalani kehamilannya, Maryam bertahan sekuat tenaga untuk tetap menyakini bahwa Allah tidak mendzaliminya dengan memberikannya bayi tanpa melalui pernikahan. Hati yang kokoh menghadapi segala bentuk cercaan dan terror yang dilontarkan oleh kaumnya sambil tetap bermunajat pada Allah.
Hingga akhirnya Maryam harus malahirkan sang putra sendirian, tanpa
bantuan seorang pun dan kemudian membawa putranya yang masih merah dengan sepenuh keberanian pada kaumnya. Meski Maryam tahu betul, bahwa resiko yang dihadapinya bukan sekedar cacian atau makian, melainkan lontaran batu, bahkan kematian. Itulah Maryam binti Imran yang senantiasa menghabiskan waktunya bersama Allah. Menjadi seorang perempuan suci yang melahirkan seorang penerus risalah suci. (sumber: Muslimah, No.46)

Dewi Citra Ied Fitroh

About cahayarasul

ingin beriman dan taqwa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: