//
Niat Waktu Belajar

Pentingnya niat belajar
Zarnuji menjelaskan bahwa niat adalah azas segala perbuatan, maka dari itu adalah wajib berniat dalam belajar.20 Konsep niat dalam belajar ini mengacu kepada hadis Nabi saw yang artinya “Hanyasanya semua pekerjaan itu harus mempunya niat, dan hanyasanya setiap pekerjaan itu apa yang ia niatkan”.(HR. Bukhari)
Dengan demikan amal yang berbentuk duniawi seperti makan, minum dan tidur bisa jadi amal ukhrawi dengan niat yang baik. Dan sebaliknya amal yang berbentuk ukhrawi seperti shalat, membaca zikir jadi amal duniawi dengan niat yang jelek seperti riya. Zarnuji berpendapat bahwa belajar adalah suatu pekerjaan, ia harus mempunya niat belajar.

2. Niat yang baik dan niat yang buruk
Azzarnuji menjelaskan bahwasanya dalam belajar hendaklah berniat untuk: (a). Mencari ridha Allah ‘Azza wa Jalla, (b). Memperoleh kebahagiaan akhirat, (c). Berusaha memerangi kebodohan pada diri sendiri dan kaum yang bodoh, (d). Mengembangkan dan melestarikan Islam, (e). Mensukuri nikmat akal dan badan yang sehat. Sebagaimana kutipan Syekh Burhanudin yang artinya Sungguh merupakan kehancuran yang besar seorang alim yang tak peduli, dan lebih parah dari itu seorang bodoh yang beribadah tanpa aturan, keduanya merupakan fitnah yang besar di alam semesta bagi orang-orang yang menjadikan keduanya sebagai pedoman. Ini mengisyaratkan bahwa orang yang pandai tetapi kependaiannya hanya untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain itu tidak berarti, begitu juga orang bodoh beribadah ibadahnya bias batal atau ia akan mudah terjerumus ke aliran sesat.

3. Sikap dalam berilmu
Di samping itu Zarnuji menyebutkan agar penuntut ilmu yang telah bersusah payah belajar, agar tidak memanfaatkan ilmunya untuk urusan-urusanduniawi yang hina dan rendah nilainya. Untuk itu kata Zarnuji hendaklah seseorang itu selalu menghiasi dirinya dengan akhlak mulia. Jadi yang perlu dicamkan adalah bahwa dalam mencari ilmu harus dengan niat yang baik sebab dengan niat itu dapat menghantarkan pada pencapaian keberhasilan. Niat yang sungguh-sungguh dalam mencari ilmu adalah keridhaan Allah akan mendapatkan pahala. Tidak diperkenankan dalam mencari ilmu untuk mendapatkan harta banyak.

sumber:kitab Ta’limul Mutalim

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: